Limbah Ternak Masih Jadi Problem Serius Penanganan Pencemaran Hulu Sungai Citarum
Kamis, 19 November 2020 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
"Di lahan-lahan milik Perhutani, ditaman pohon keras yang ditumpangi tanaman kopi. Kopi memiliki nilai ekonomis tinggi. Diharapkan, ke depan masyarakat tidak lagi bertani sayuran dan beralih ke kopi, sehingga beban sedimentasi terus berkurang," jelasnya.
Edukasi secara intensif kepada masyarakat di kawasan hulu Sungai Citarum pun terus dilakukan mengingat masih banyak masyarakat yang membuang limbah domestiknya ke sungai. (Baca juga: Siap Penuhi Panggilan Bareskrim, Ridwan Kamil: Situasi di Lapangan Tak Semudah Teori)
"Kami berpesan kepada masyarakat, khususnya di wilayah hulu untuk terus memelihara hutan, agar sumber air terpelihara. Untuk limbah domestik, kami juga imbau agar warga mengurangi embuang limbah rumah tangganya ke sungai. Buat dulu setidaknya safety tank dan IPAL komunal, termasuk mengurangi limbah plastik," tutur Dedi.
Dedi menambahkan, di bagian hilir pun, penegakan aturan terus dilakukan. Alhasil, kata Dedi, penanganan pencemaran akibat limbah industri kini sudah lebih baik dibandingkan sebelum ada program Citarum Harum. (Baca juga: Bupati Bogor Positif COVID-19, Gubernur Jabar: Semangat Bu Ade!)
"Kepatuhan industri sudah mulai bagus, walaupun masih ada juga yang nakal, ngumpet saat malam atau hujan membuang limbah secara langsung ke sungai. Ini harus dikejar oleh petugas lapangan," tegasnya.
Edukasi secara intensif kepada masyarakat di kawasan hulu Sungai Citarum pun terus dilakukan mengingat masih banyak masyarakat yang membuang limbah domestiknya ke sungai. (Baca juga: Siap Penuhi Panggilan Bareskrim, Ridwan Kamil: Situasi di Lapangan Tak Semudah Teori)
"Kami berpesan kepada masyarakat, khususnya di wilayah hulu untuk terus memelihara hutan, agar sumber air terpelihara. Untuk limbah domestik, kami juga imbau agar warga mengurangi embuang limbah rumah tangganya ke sungai. Buat dulu setidaknya safety tank dan IPAL komunal, termasuk mengurangi limbah plastik," tutur Dedi.
Dedi menambahkan, di bagian hilir pun, penegakan aturan terus dilakukan. Alhasil, kata Dedi, penanganan pencemaran akibat limbah industri kini sudah lebih baik dibandingkan sebelum ada program Citarum Harum. (Baca juga: Bupati Bogor Positif COVID-19, Gubernur Jabar: Semangat Bu Ade!)
"Kepatuhan industri sudah mulai bagus, walaupun masih ada juga yang nakal, ngumpet saat malam atau hujan membuang limbah secara langsung ke sungai. Ini harus dikejar oleh petugas lapangan," tegasnya.
(boy)
Lihat Juga :