Limbah Ternak Masih Jadi Problem Serius Penanganan Pencemaran Hulu Sungai Citarum
Kamis, 19 November 2020 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Selain meninjau pembangunan Ipal komunal pengolah limbah ternak itu, kata Dedi, tim dari Kantor Staf Presiden juga meninjau Situ Cisanti yang menjadi kilometer (Km) 0 Sungai Citarum.
"Kedatangan tim tersebut untuk memantau pelaksanaan program Citarum Harum," imbuhnya.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, kawasan hulu merupakan bagian terpenting dalam penanganan pencemaran Sungai Citarum. Mulai dari hulu, kualitas air harus dijaga, baik dari pencemaran, sedimentasi, maupun ketersediaan air.
Dedi meyakinkan, sejak Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum diterbitkan, sudah banyak penanganan yang dilakukan di sepanjang DAS Citarum, termasuk di kawasan hulu.
"Memang penanganan Citarum ini harus diawali dari hulu. Hutan di Situ Cisanti ini harus dipelihara, tidak boleh ada perambahan. Dengan menjaga hutan, selain bisa menjaga kuantitas dan kualitas air Sungai Citarum, juga bisa mencegah terjadinya erosi akibat air hujan yang langsung mengalir ke sungai tanpa diserap pohon dulu," paparnya.
Di wilayah hulu pun, tambah Dedi, penanganan lahan kritis masih harus dilakukan mengingat banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari bertani. "Kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat dalam penanganan lahan kritis itu," jelasnya.
Tidak hanya itu, penanaman pohon keras di kawasan hulu Sungai Citarum juga terus dilakukan. Untuk mencegah perambahan hutan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Perhutani.
"Kedatangan tim tersebut untuk memantau pelaksanaan program Citarum Harum," imbuhnya.
Lebih lanjut Dedi mengatakan, kawasan hulu merupakan bagian terpenting dalam penanganan pencemaran Sungai Citarum. Mulai dari hulu, kualitas air harus dijaga, baik dari pencemaran, sedimentasi, maupun ketersediaan air.
Dedi meyakinkan, sejak Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum diterbitkan, sudah banyak penanganan yang dilakukan di sepanjang DAS Citarum, termasuk di kawasan hulu.
"Memang penanganan Citarum ini harus diawali dari hulu. Hutan di Situ Cisanti ini harus dipelihara, tidak boleh ada perambahan. Dengan menjaga hutan, selain bisa menjaga kuantitas dan kualitas air Sungai Citarum, juga bisa mencegah terjadinya erosi akibat air hujan yang langsung mengalir ke sungai tanpa diserap pohon dulu," paparnya.
Di wilayah hulu pun, tambah Dedi, penanganan lahan kritis masih harus dilakukan mengingat banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari bertani. "Kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat dalam penanganan lahan kritis itu," jelasnya.
Tidak hanya itu, penanaman pohon keras di kawasan hulu Sungai Citarum juga terus dilakukan. Untuk mencegah perambahan hutan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Perhutani.
Lihat Juga :