Pemkab Dairi Salurkan Sembako kepada Para Jurnalis di Dairi
Minggu, 10 Mei 2020 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
“Krisis zaman sekarang biasanya bersumber dari keuangan, yakni pasar global dan lain-lain. Namun, krisis yang datang kali ini mengharuskan semua kegiatan ekonomi dan sosial berhenti. Kita juga harus menerapkan social distancing dan physical distancing,” kata Eddy Berutu.
Dengan adanya Covid-19 menurut Eddy, seluruh masyarakat dunia dibatasi pergerakannya, sehingga secara atomatis transaksi ekonomi yang biasa terjadi berhenti dan suplai bahan baku terganggu. Karena ekonomi terganggu, maka penghasilan masyarakat dan daya beli juga turun. Terus terang krisis yang terjadi kali ini berat sekali dan tidak pernah terjadi sebelumnya, sehingga tidak ada referensi yang bisa digunakan pemerintah untuk belajar dari sebelumnya.
“Semua itu serba baru, kompleks terjadi pada saat yang sama dan warga yang meninggal diakibatkan kejadian ini juga banyak. Jadi hari ini saya ingin kesamaan fikiran, bahwa saat ini bukan situasi normal dan sangat terasa oleh pemerintahan pusat sampai desa,” ucapnya.
Eddy mengungkapkan, pemerintah tidak mau melihat rakyatnya sakit, untuk itu perlu satu kesatuan pemikiran dan pandangan serta prinsip yang sama dalam menghadapi masalah Covid-19 ini. Disebutkan Eddy Berutu, beberapa waktu dulu ia telah menyampaikan bahwa gajinya berapa pun besarnya selama April sampai Agustus sudah diserahkan kepada gugus tugas penaganan Covid-19. Ternyata inisiatif yang dilakukannya disambut juga oleh para ASN, dengan keikhlasan para ASN ikut menyumbangkan sedikit gajinya.
“Dari sumbangan ini terkumpul hingga saat ini dana sebesar Rp317.625.902,- dan itu tersimpan di Bank Sumut atas nama Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi. Dana itu terus bertambah dan penyumbang bukan hanya dari ASN, tetapi ada juga dari masyarakat,” terang Eddy Berutu
Ditambahkan Eddy Berutu, sesuai usulan ASN dan gugus, maka untuk tahap awal dana dari sumbangan tersebut sebagian digunakan untuk meringkankan beban dari beberapa kelompok masyarakat di Kabupaten Dairi, salah satunya para insan pers yang ada di Kabupaten Dairi.
Dalam kesempatan itu, Eddy Berutu juga menyampaikan bahwa sebagai yang pernah bekerja di dunia media Jurnalis dirinya mengaku sangat paham betul tantangan pekerjaan seorang Jurnalis. Keprofesionalan akan menentukan penilaian masyarakat terhadap isi berita, karena pembaca yang putuskan. Para jurnalis harus bisa menampilkan berita yang berimbang. Untuk sebuah opini ada kolom tersendiri.
Dengan adanya Covid-19 menurut Eddy, seluruh masyarakat dunia dibatasi pergerakannya, sehingga secara atomatis transaksi ekonomi yang biasa terjadi berhenti dan suplai bahan baku terganggu. Karena ekonomi terganggu, maka penghasilan masyarakat dan daya beli juga turun. Terus terang krisis yang terjadi kali ini berat sekali dan tidak pernah terjadi sebelumnya, sehingga tidak ada referensi yang bisa digunakan pemerintah untuk belajar dari sebelumnya.
“Semua itu serba baru, kompleks terjadi pada saat yang sama dan warga yang meninggal diakibatkan kejadian ini juga banyak. Jadi hari ini saya ingin kesamaan fikiran, bahwa saat ini bukan situasi normal dan sangat terasa oleh pemerintahan pusat sampai desa,” ucapnya.
Eddy mengungkapkan, pemerintah tidak mau melihat rakyatnya sakit, untuk itu perlu satu kesatuan pemikiran dan pandangan serta prinsip yang sama dalam menghadapi masalah Covid-19 ini. Disebutkan Eddy Berutu, beberapa waktu dulu ia telah menyampaikan bahwa gajinya berapa pun besarnya selama April sampai Agustus sudah diserahkan kepada gugus tugas penaganan Covid-19. Ternyata inisiatif yang dilakukannya disambut juga oleh para ASN, dengan keikhlasan para ASN ikut menyumbangkan sedikit gajinya.
“Dari sumbangan ini terkumpul hingga saat ini dana sebesar Rp317.625.902,- dan itu tersimpan di Bank Sumut atas nama Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi. Dana itu terus bertambah dan penyumbang bukan hanya dari ASN, tetapi ada juga dari masyarakat,” terang Eddy Berutu
Ditambahkan Eddy Berutu, sesuai usulan ASN dan gugus, maka untuk tahap awal dana dari sumbangan tersebut sebagian digunakan untuk meringkankan beban dari beberapa kelompok masyarakat di Kabupaten Dairi, salah satunya para insan pers yang ada di Kabupaten Dairi.
Dalam kesempatan itu, Eddy Berutu juga menyampaikan bahwa sebagai yang pernah bekerja di dunia media Jurnalis dirinya mengaku sangat paham betul tantangan pekerjaan seorang Jurnalis. Keprofesionalan akan menentukan penilaian masyarakat terhadap isi berita, karena pembaca yang putuskan. Para jurnalis harus bisa menampilkan berita yang berimbang. Untuk sebuah opini ada kolom tersendiri.
Lihat Juga :