Bertemu Para Veteran, Risma Titip Sekolah Kebangsaan Tetap Berlanjut
Senin, 16 November 2020 - 19:12 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bertemu dengan para veteran dalam rangkaian Hari Pahlawan. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
A
A
A
SURABAYA - Sekolah kebangsaan menjadi ciri khas yang dilakukan di Kota Surabaya , dalam mengenang Hari Pahlawan . Wali Kota Surabaya , Tri Risma harini pun bertemu dengan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, Jalan Mastrip, Senin (16/11/2020). (Baca juga: Rudy Sufariadi Dicopot Dari Kapolda Jabar, Rumah Dinasnya Langsung Lengang )
Risma menuturkan, momen perayaan Hari Pahlawan di tahun ini dinilai sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya. Sebab, pelaksanaan Upacara Hari Pahlawan ke-75 yang digelar di Balai Kota Surabaya beberapa waktu lalu, adalah kali pertama tanpa kehadiran para veteran.
"Pertama kali tanpa kehadiran panjenengan semuanya, juga tidak ada acara 9 November malam yang biasanya kita adakan. Terus terang di masa pandemi ini kami semua mengkhawatirkan panjenengan (veteran, red). Jangan sampai tertular," kata Risma .
Ia melanjutkan, meskipun perayaan tidak dilaksanakan seperti biasanya, dirinya memastikan semangat kepahlawanan tetap harus dikobarkan di dalam jiwa setiap insan. Terutama bagi anak-anak muda yang wajib mewarisi dan mengerti sejarah serta perjuangan para pahlawan. "Saya nyuwun (minta) bantuan supaya anak kita tetap mengerti sejarah melalui Sekolah Kebangsaan," ucapnya. (Baca juga: Waspada, Positif COVID-19 di Purwakarta Dekati 1.000 Kasus )
Risma menuturkan, momen perayaan Hari Pahlawan di tahun ini dinilai sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya. Sebab, pelaksanaan Upacara Hari Pahlawan ke-75 yang digelar di Balai Kota Surabaya beberapa waktu lalu, adalah kali pertama tanpa kehadiran para veteran.
"Pertama kali tanpa kehadiran panjenengan semuanya, juga tidak ada acara 9 November malam yang biasanya kita adakan. Terus terang di masa pandemi ini kami semua mengkhawatirkan panjenengan (veteran, red). Jangan sampai tertular," kata Risma .
Ia melanjutkan, meskipun perayaan tidak dilaksanakan seperti biasanya, dirinya memastikan semangat kepahlawanan tetap harus dikobarkan di dalam jiwa setiap insan. Terutama bagi anak-anak muda yang wajib mewarisi dan mengerti sejarah serta perjuangan para pahlawan. "Saya nyuwun (minta) bantuan supaya anak kita tetap mengerti sejarah melalui Sekolah Kebangsaan," ucapnya. (Baca juga: Waspada, Positif COVID-19 di Purwakarta Dekati 1.000 Kasus )
Lihat Juga :