Mudahkan Investasi, Bupati DRA Luncurkan KEPOIN Muba
loading...
A
A
A
"Bapak presiden RI Jokowi mengingatkan ibarat komputer perekonomian saat ini hampir semua negara sedang macet, sedangkan semua negara mempunyai kesempatan ulang untuk sistemnya. Hal ini menjadi peluang untuk kebangkitan baru dalam melakukan lompatan besar kita untuk membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi, menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum pemerintahan, sosial kebudayaan, kesehatan, pendidikan, termasuk di dalamnya penyelenggaraan pelayanan publik," katanya.
Banyak hikmah yang terkandung dari bagaimana pelayanan sekarang berubah, di mana masyarakat dipaksa untuk memanfaatkan penggunaan teknologi informasi mengingat sedang diterapkannya sosial dan juga physical distancing yang menyebabkan interaksi sosial dalam penyelenggaraan pelayanan publik menjadi terbatas. Suka tidak suka mau tidak mau kita telah menghadapinya dan InshaAllah kita akan berhasil menjalaninya.
Adanya krisis di tengah pandemi COVID-19, sehingga segala tindakan keputusan kebijakan dan juga suasananya juga harus sangat krisis, jangan kebijakan yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras lebih cepat dan mekanisme yang lebih luar biasa dari yang selama ini kita lakukan dari cara yang sebelumnya rumit menjadi cepat dan sederhana dari prosedur normal dan menjadi prosedur yang sangat efisiensi kolaborasi dengan penggunaan teknologi juga harus diprioritaskan.
"Tentu pemicu membangun ini adalah wujud perubahan budaya kerja yang memangkas birokrasi yang berbelit-belit dalam memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada publik oleh karenanya saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan berharap gedung pelayanan publik dan juga prototipe peta digital investasi ini terus dikembangkan disebarluaskan juga melibatkan peran aktif masyarakat dan juga terkait lainnya, semuanya itu adalah untuk akselerasi peningkatan kualitas pelayanan prima untuk rakyat dan negeri tercinta," katanya.
Kepala perwakilan Ombudsman RI Sumsel Andrian Agustiansyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Muba dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Banyak hikmah yang terkandung dari bagaimana pelayanan sekarang berubah, di mana masyarakat dipaksa untuk memanfaatkan penggunaan teknologi informasi mengingat sedang diterapkannya sosial dan juga physical distancing yang menyebabkan interaksi sosial dalam penyelenggaraan pelayanan publik menjadi terbatas. Suka tidak suka mau tidak mau kita telah menghadapinya dan InshaAllah kita akan berhasil menjalaninya.
Adanya krisis di tengah pandemi COVID-19, sehingga segala tindakan keputusan kebijakan dan juga suasananya juga harus sangat krisis, jangan kebijakan yang biasa-biasa saja. Oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras lebih cepat dan mekanisme yang lebih luar biasa dari yang selama ini kita lakukan dari cara yang sebelumnya rumit menjadi cepat dan sederhana dari prosedur normal dan menjadi prosedur yang sangat efisiensi kolaborasi dengan penggunaan teknologi juga harus diprioritaskan.
"Tentu pemicu membangun ini adalah wujud perubahan budaya kerja yang memangkas birokrasi yang berbelit-belit dalam memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada publik oleh karenanya saya menyampaikan apresiasi yang tinggi dan berharap gedung pelayanan publik dan juga prototipe peta digital investasi ini terus dikembangkan disebarluaskan juga melibatkan peran aktif masyarakat dan juga terkait lainnya, semuanya itu adalah untuk akselerasi peningkatan kualitas pelayanan prima untuk rakyat dan negeri tercinta," katanya.
Kepala perwakilan Ombudsman RI Sumsel Andrian Agustiansyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Muba dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
(ars)