Wawali Whisnu Sakti: Pemimpin Surabaya Harus Memiliki Fasilitative Leadership
Minggu, 15 November 2020 - 20:48 WIB
loading...
A
A
A
Program tersebut diantaranya, Berdaulat secara politik yang melibatkan warga kampung untuk bisa mengembangkan potensi kampung sebagai identitas kultur Surabaya . (Baca juga: Tantang Polisi Mabuk dan Menangkapnya, Pembuat Konten Ini Tak Berkutik Saat Dibekuk )
Berdikari secara ekonomi, dengan penataan UKM dan PKL yang mampu membuat warga Surabaya mandiri. Serta Berkepribadian dalam Budaya, untuk melibatkan peran serta warga, pemuda, seniman dalam Festival Aspirasi. "Jika ini dilakukan oleh Pemimpin selanjutnya, siapapun yang terpilih. Bisa menjadikan Surabaya lebih berkembang," kata dia.
Hal senada juga diakui oleh mantan Wakil Wali Kota Surabaya , Arif Afandi. Ia menerangkan pencapaian prestasi kota sudah bisa dibuktikan. Bahkan, pola pengembangan dan penataan infrastruktur daerah lain sudah banyak meniru Surabaya.
Arif menambahkan, yang perlu dipikirkan mendatang adalah bagaimana Pemimpin selanjutnya bisa memikirkan konten untuk mengisi pembangunan yang sudah dilakukan. "Tapi jujur Surabaya ini pengalaman saya saat menjabat Wawali teman-teman di birokrasi pinter dan hebat. Namun, tidak semua itu bisa dipahami secara detail," ujar Arif. (Baca juga: Belasan Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang, 2 Mobil dan 1 Motor Rusak Parah )
Diskusi online produksi Bengkel Muda Surabaya ini dipandu oleh Jurnalis senior Hety Palestina Yunani. Kegiatan tersebut memasuki sesi ke sembilan. Agenda berdurasi hampir satu jam lebih ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan akademisi. Di antaranya, Pakar Tata Kota John Silas, Tokoh Cagar Budaya Freddy H Istanto, serta para seniman Surabaya .
Berdikari secara ekonomi, dengan penataan UKM dan PKL yang mampu membuat warga Surabaya mandiri. Serta Berkepribadian dalam Budaya, untuk melibatkan peran serta warga, pemuda, seniman dalam Festival Aspirasi. "Jika ini dilakukan oleh Pemimpin selanjutnya, siapapun yang terpilih. Bisa menjadikan Surabaya lebih berkembang," kata dia.
Hal senada juga diakui oleh mantan Wakil Wali Kota Surabaya , Arif Afandi. Ia menerangkan pencapaian prestasi kota sudah bisa dibuktikan. Bahkan, pola pengembangan dan penataan infrastruktur daerah lain sudah banyak meniru Surabaya.
Arif menambahkan, yang perlu dipikirkan mendatang adalah bagaimana Pemimpin selanjutnya bisa memikirkan konten untuk mengisi pembangunan yang sudah dilakukan. "Tapi jujur Surabaya ini pengalaman saya saat menjabat Wawali teman-teman di birokrasi pinter dan hebat. Namun, tidak semua itu bisa dipahami secara detail," ujar Arif. (Baca juga: Belasan Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang, 2 Mobil dan 1 Motor Rusak Parah )
Diskusi online produksi Bengkel Muda Surabaya ini dipandu oleh Jurnalis senior Hety Palestina Yunani. Kegiatan tersebut memasuki sesi ke sembilan. Agenda berdurasi hampir satu jam lebih ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan akademisi. Di antaranya, Pakar Tata Kota John Silas, Tokoh Cagar Budaya Freddy H Istanto, serta para seniman Surabaya .
(eyt)
Lihat Juga :