Tak Ingin Mati Akibat Pandemi, Pemandu Wisata Ini Racik Wedang Uwuh
Jum'at, 13 November 2020 - 14:44 WIB
loading...
Budi Hartono meracik Wedang Uwuh di rumahnya dikawasan Wonokusumo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (12/11/2020). Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Bekerja sebagai pemandu wisata atau tour guide memang cukup bergengsi. Profesi ini bahkan dianggap sebagai ujung tombak majunya industri sektor pari wisata Indonesia. Namun, sejak wabah COVID-19 masuk ke Indonesia yang berujung penutupan tempat-tempat wisata , praktis para pramuwisata ini tiarap. (Baca juga: Gempar Air PDAM Kota Malang Bercampur Solar, Wali Kota: Ini Ada Unsur Pidana )
Bagi pemandu wisata yang memiliki usaha lain, mungkin dapur mereka masih bisa mengepul. Sedangkan yang hanya mengandalkan penghasilan dari wisata, tentunya harus memutar otak supaya tidak mati kelaparan.
Seperti yang dilakukan oleh Budi Hartono. Agar bisa bertahan hidup, pemandu Wisata asal Surabaya ini mencoba merintis usaha pembuatan Wedang Uwuh . Minuman warisan leluhur khas Yogyakarta ini berasal dari daun cengkeh, kayu manis, daun pala, jahe, kayu secang hingga gula batu.
Anggota Himpunan Pramu wisata Indonesia (HPI) ini bercerita, usaha Wedang Uwuh yang ia terkuni saat ini berawal dari tidak adanya aktifitas setelah kegiatan wisata ditutup. Sedangkan uang tabungan kian hari semakin menipis. "Akhirnya saya mendapat petunjuk untuk membuat Wedang Uwuh ini," katanya.
Bermodal Rp300 ribu sisa tabungan, Budi mencoba memesan beberapa paket Wedang Uwuh dari Jogya dan Solo melalui Online. Wedang Uwuh itu kemudian ia jual kembali dengan keuntungan yang cukup untuk mengembalikan modal. Seiring berjalannya waktu, jumlah pelanggan Wedang Uwuh juga bertambah. "Akhirnya saya meracik sendiri mengikuti pesanan," ucapnya. (Baca juga: Korban BMW Cash Mengamuk, Kepung Rumah Pemilik Bisnis Investasi Bodong )
Bagi pemandu wisata yang memiliki usaha lain, mungkin dapur mereka masih bisa mengepul. Sedangkan yang hanya mengandalkan penghasilan dari wisata, tentunya harus memutar otak supaya tidak mati kelaparan.
Seperti yang dilakukan oleh Budi Hartono. Agar bisa bertahan hidup, pemandu Wisata asal Surabaya ini mencoba merintis usaha pembuatan Wedang Uwuh . Minuman warisan leluhur khas Yogyakarta ini berasal dari daun cengkeh, kayu manis, daun pala, jahe, kayu secang hingga gula batu.
Anggota Himpunan Pramu wisata Indonesia (HPI) ini bercerita, usaha Wedang Uwuh yang ia terkuni saat ini berawal dari tidak adanya aktifitas setelah kegiatan wisata ditutup. Sedangkan uang tabungan kian hari semakin menipis. "Akhirnya saya mendapat petunjuk untuk membuat Wedang Uwuh ini," katanya.
Bermodal Rp300 ribu sisa tabungan, Budi mencoba memesan beberapa paket Wedang Uwuh dari Jogya dan Solo melalui Online. Wedang Uwuh itu kemudian ia jual kembali dengan keuntungan yang cukup untuk mengembalikan modal. Seiring berjalannya waktu, jumlah pelanggan Wedang Uwuh juga bertambah. "Akhirnya saya meracik sendiri mengikuti pesanan," ucapnya. (Baca juga: Korban BMW Cash Mengamuk, Kepung Rumah Pemilik Bisnis Investasi Bodong )
Lihat Juga :