Ada Ibu Cantik dari Medan Selayang Laporkan Akhyar Nasution ke Bawaslu
Kamis, 12 November 2020 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Ningsih menjelaskan dalam kegiatan yang direncanakan dihadiri istri Akhyar Nasution, Nurul Khairani, tersebut ada dibagikan uang dengan nominal yang tidak diketahuinya.
"Sempat coba kami tanyakan, karena ingin tahu uang apa yang dibagikan tersebut, kenapa saya dan teman saya tidak dibagikan? Salah seorang yang membagikan uang tersebut mengatakan kalau kami datangnya terlambat," urainya.
Sebagai warga Kota Medan yang merasa terpanggil untuk penyelenggaran pilkada yang jujur dan adil, Ningsih lantas mengambil foto dan video kegiatan tersebut dan bersiap melapor ke Bawaslu.
"Saya melihat ada kecurangan, makanya saya langsung mengambil foto dan video untuk saya laporkan ke pengawas," paparnya.
Namun, saat melapor, Ningsih malah merasa kecewa karena dirinya merasa dipersulit dengan kelengkapan yang diminta Bawaslu Medan.
"Hari Senin saya datang untuk konsultasi. Pada saat Selasa saya datang, karena sudah kesorean, maka saya disuruh mengisi formulir dan kembali lagi hari ini (Rabu). Saat saya datang, mereka mengatakan saya harus mengisi formulir secara lengkap termasuk alamat dan nomor telepon ustadz yang berceramah," katanya. (BACA JUGA: Saatnya Mencari Nasution yang 'Sakti' untuk Membangun Kota Medan)
"Sempat coba kami tanyakan, karena ingin tahu uang apa yang dibagikan tersebut, kenapa saya dan teman saya tidak dibagikan? Salah seorang yang membagikan uang tersebut mengatakan kalau kami datangnya terlambat," urainya.
Sebagai warga Kota Medan yang merasa terpanggil untuk penyelenggaran pilkada yang jujur dan adil, Ningsih lantas mengambil foto dan video kegiatan tersebut dan bersiap melapor ke Bawaslu.
"Saya melihat ada kecurangan, makanya saya langsung mengambil foto dan video untuk saya laporkan ke pengawas," paparnya.
Namun, saat melapor, Ningsih malah merasa kecewa karena dirinya merasa dipersulit dengan kelengkapan yang diminta Bawaslu Medan.
"Hari Senin saya datang untuk konsultasi. Pada saat Selasa saya datang, karena sudah kesorean, maka saya disuruh mengisi formulir dan kembali lagi hari ini (Rabu). Saat saya datang, mereka mengatakan saya harus mengisi formulir secara lengkap termasuk alamat dan nomor telepon ustadz yang berceramah," katanya. (BACA JUGA: Saatnya Mencari Nasution yang 'Sakti' untuk Membangun Kota Medan)
Lihat Juga :