Klaster Perkantoran Dominasi Kasus Baru Penyebaran COVID-19 di Sumsel
Kamis, 12 November 2020 - 10:05 WIB
loading...
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Yusri. Foto/SINDOnews/Dede Feb
A
A
A
PALEMBANG - Angka penyebaran COVID-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih cukup tinggi. Hingga, Rabu (11/11) kemarin, terjadi penambahan sebanyak 76 kasus, sehingga total kumulatif pasien positif mencapai 8.462 orang.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Yusri mengatakan, adanya kenaikan jumlah tersebut kini Sumsel berada di peringkat 15 penambahan kasus terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia.
Sementara pasien sembuh di Sumsel juga bertambah 85 orang. Total kumulatif pasien yang sembuh menjadi 6.903 orang.
"Jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia di Sumsel bertambah lima orang. Total kumulatif kasus kematian kini 457 orang. Meski begitu, Sumsel telah mencatatkan nihil zona merah wilayah penyebaran COVID-19 sejak dua bulan terakhir meski rata-rata kabupaten dan kota masih berstatus zona oranye," ujar Yusri, Kamis (12/11/2020).
Atas kondisi ini, kata Yusri, masyarakat diminta tetap waspada. Apalagi tambahan kasus baru banyak didominasi oleh perkantoran, menyusul aktivitas yang telah berlangsung normal.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Yusri mengatakan, adanya kenaikan jumlah tersebut kini Sumsel berada di peringkat 15 penambahan kasus terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia.
Sementara pasien sembuh di Sumsel juga bertambah 85 orang. Total kumulatif pasien yang sembuh menjadi 6.903 orang.
"Jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia di Sumsel bertambah lima orang. Total kumulatif kasus kematian kini 457 orang. Meski begitu, Sumsel telah mencatatkan nihil zona merah wilayah penyebaran COVID-19 sejak dua bulan terakhir meski rata-rata kabupaten dan kota masih berstatus zona oranye," ujar Yusri, Kamis (12/11/2020).
Atas kondisi ini, kata Yusri, masyarakat diminta tetap waspada. Apalagi tambahan kasus baru banyak didominasi oleh perkantoran, menyusul aktivitas yang telah berlangsung normal.
Lihat Juga :