Jumlah Pengungsi Gunung Merapi Capai 1.294 Jiwa
Kamis, 12 November 2020 - 06:15 WIB
loading...
Seorang anggota polisi menghibur pengungsi Merapi yang kebanyak anak-anak.Foto/dok
A
A
A
SLEMAN - Sebanyak 1.294 jiwa warga tergolong kelompok rentan bahaya erupsi Gunung Merapi telah mengungsi ke desa penyangga (desa saudara) di Kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten, Jawa Tengah dan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menjelaskan, berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, dari ribuan pengungsi tersebut, sebanyak 835 jiwa di antaranya warga Kabupaten Magelang, 133 jiwa warga Kabupaten Boyolali, 123 jiwa warga Kabupaten Klaten dan 203 jiwa warga Sleman. (Baca juga: Kisah Mbah Harjo Suwito, Pengungsi Gunung Merapi Tertua yang Pernah Ikut Romusha )
"Terkait kebutuhan makan dan minum di tempat evakuasi, sudah tersedia. Para sukarelawan membantu dalam penyediaan bahan baku seperti sayuran dan juru masak yang diproses di dapur umum atau pun mobil dapur lapangan," terangnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (11/11/2020) malam.
Pos pendukung di tempat penampungan tersedia dan siap untuk memberikan pelayanan. Pos kesehatan yang berada ditiap tempat evakuasi akhir (TEA) siaga 24 jam. Seperti pos-pos pendukung di TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa. Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menjelaskan, berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB, dari ribuan pengungsi tersebut, sebanyak 835 jiwa di antaranya warga Kabupaten Magelang, 133 jiwa warga Kabupaten Boyolali, 123 jiwa warga Kabupaten Klaten dan 203 jiwa warga Sleman. (Baca juga: Kisah Mbah Harjo Suwito, Pengungsi Gunung Merapi Tertua yang Pernah Ikut Romusha )
"Terkait kebutuhan makan dan minum di tempat evakuasi, sudah tersedia. Para sukarelawan membantu dalam penyediaan bahan baku seperti sayuran dan juru masak yang diproses di dapur umum atau pun mobil dapur lapangan," terangnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (11/11/2020) malam.
Pos pendukung di tempat penampungan tersedia dan siap untuk memberikan pelayanan. Pos kesehatan yang berada ditiap tempat evakuasi akhir (TEA) siaga 24 jam. Seperti pos-pos pendukung di TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa. Tengah.
Lihat Juga :