20.629 Warga Terdampak Banjir dan Longsor Sukabumi, 3.464 Orang Mengungsi
Kamis, 12 Desember 2024 - 09:28 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan 20.629 warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sukabumi Jawa Barat. Foto/Istimewa
A
A
A
SUKABUMI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mengungkapkan 20.629 warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sukabumi Jawa Barat. Sebanyak 3.464 warga mengungsi akibat bencana tersebut.
Hasil himpunan data tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah warga terdampak sebanyak 10.455 warga dan yang mengungsi bertambah sebanyak 476 warga yang tersebar di 184 desa, di 39 kecamatan di wilayah Sukabumi.
"Perubahan data ini bisa terjadi dikarenakan pergerakan data masih sangat dinamis," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis (12/12/2024).
Baca juga: Update Banjir dan Longsor Sukabumi: 10 Orang Meninggal, 3.064 Warga Mengungsi
Selain update terkait jumlah warga terdampak dan mengungsi, dilaporkan sebanyak 1.605 rumah Rusak Ringan (RR), 1.829 rumah Rusak Sedang (RS), dan 2.058 rumah Rusak Berat (RB). Adapun upaya perbaikan dan relokasi masih dalam tahap pendataan.
Sampai hari ini, upaya pencarian korban hilang Eros dan Ojang terus dilanjutkan mengingat sudah ditetapkannya perpanjangan masa tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung mulai 11 Desember hingga 17 Desember 2024.
Hasil himpunan data tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah warga terdampak sebanyak 10.455 warga dan yang mengungsi bertambah sebanyak 476 warga yang tersebar di 184 desa, di 39 kecamatan di wilayah Sukabumi.
"Perubahan data ini bisa terjadi dikarenakan pergerakan data masih sangat dinamis," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Kamis (12/12/2024).
Baca juga: Update Banjir dan Longsor Sukabumi: 10 Orang Meninggal, 3.064 Warga Mengungsi
Selain update terkait jumlah warga terdampak dan mengungsi, dilaporkan sebanyak 1.605 rumah Rusak Ringan (RR), 1.829 rumah Rusak Sedang (RS), dan 2.058 rumah Rusak Berat (RB). Adapun upaya perbaikan dan relokasi masih dalam tahap pendataan.
Sampai hari ini, upaya pencarian korban hilang Eros dan Ojang terus dilanjutkan mengingat sudah ditetapkannya perpanjangan masa tanggap darurat selama tujuh hari, terhitung mulai 11 Desember hingga 17 Desember 2024.
Lihat Juga :