Korwil MOI Bali Nusra Terancam Dipolisikan Usai Catut Nama Wartawan
Rabu, 11 November 2020 - 06:08 WIB
loading...
A
A
A
Heran dengan pemberian itu, Atin pun bertanya uang untuk apa. Anggota humas menjawab uang dari pengajuan proposal Ikatan Wartawan Bima (IWABI) yang diajukan kemarin. Kebetulan seksi dana dalam proposal ada tercantum nama Atina. "Saya kaget nama saya dicantumkan dalam kepentingan pribadi SKR, dan ini tidak boleh dibiarkan dan harus kami laporkan ke polisi," ujar Atin kesal.
Sementara itu Khaerunas juga mengaku tidak pernah menandatangani proposal tersebut, dan merasa kaget saat diberitahu oleh salah satu anggota AJI. "Itu bukan tanda tangan saya, bukan seperti itu model tanda tangan saya," cetusnya. (Baca juga: Relawan Kotak Kosong Dianiaya, Johnson Panjaitan Datangi Polres Raja Ampat )
Sementara itu, Edy Irawan yang juga Koordinator Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pulau Sumbawa, juga mengecam keras tindakan SKR yang mencatut nama serta media MNC TV dalam proposal nya. Tindakan oknum tersebut, sudah mencoreng nama baik jurnalis dimata publik.
Terlebih, proposal yang saat ini viral di media sosial lewat unggahan berbagai akun Facebook, tak hanya meminta bantuan dana kegiatan pada Polres Bima Kota saja, namun diketahui sudah beredar hingga ke instansi pemerintahan. (Baca juga: Timses Bupati Pelalawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkotika Internasional )
"Perlakuan SKR ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Untuk memberi efek jera atas perbuatannya, harus ambil langkah tegas untuk melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib. Perbuatan SKR ini tidak hanya mencatut nama wartawan serta medianya, tapi sudah mencoreng nama organisasi profesi seperti IJTI, PWI dan AJI. Untuk itu, saya akan koordinasi lintas organisasi guna langkah hukum selanjutnya," pungkasnya.
Sementara itu Khaerunas juga mengaku tidak pernah menandatangani proposal tersebut, dan merasa kaget saat diberitahu oleh salah satu anggota AJI. "Itu bukan tanda tangan saya, bukan seperti itu model tanda tangan saya," cetusnya. (Baca juga: Relawan Kotak Kosong Dianiaya, Johnson Panjaitan Datangi Polres Raja Ampat )
Sementara itu, Edy Irawan yang juga Koordinator Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pulau Sumbawa, juga mengecam keras tindakan SKR yang mencatut nama serta media MNC TV dalam proposal nya. Tindakan oknum tersebut, sudah mencoreng nama baik jurnalis dimata publik.
Terlebih, proposal yang saat ini viral di media sosial lewat unggahan berbagai akun Facebook, tak hanya meminta bantuan dana kegiatan pada Polres Bima Kota saja, namun diketahui sudah beredar hingga ke instansi pemerintahan. (Baca juga: Timses Bupati Pelalawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkotika Internasional )
"Perlakuan SKR ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Untuk memberi efek jera atas perbuatannya, harus ambil langkah tegas untuk melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib. Perbuatan SKR ini tidak hanya mencatut nama wartawan serta medianya, tapi sudah mencoreng nama organisasi profesi seperti IJTI, PWI dan AJI. Untuk itu, saya akan koordinasi lintas organisasi guna langkah hukum selanjutnya," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :