Korwil MOI Bali Nusra Terancam Dipolisikan Usai Catut Nama Wartawan

Rabu, 11 November 2020 - 06:08 WIB
loading...
Korwil MOI Bali Nusra...
Proposal yang kini viral di media sosial. Foto/iNews TV/Edy Irawan
A A A
BIMA - Pimred media online di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) Media Online Indonesia (MOI) Bali Nusa Tenggara, berinisial SKR (43) mencatut sejumlah nama wartawan Bima, dalam sebuah proposal bantuan dana kegiatan jurnalistik. (Baca juga: Tak Kuat Bertengkar dengan Kekasih, Pria Ini Tegak Racun Rumput )

Tindakan tak senonoh SKR ini akhirnya berbuntut panjang, hingga viral di media sosial. Koordinator AJI Bima, Sofyan Ashari menyampaikan, mencatut nama dan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh SKR dalam proposal tersebut sangat tidak etis, dan merugikan anggota AJI. Apalagi proposal itu meminta bantuan dana dengan dalih mengadakan kegiatan jurnalistik.

"Dengan adanya pencatutan nama tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan, jelas hal ini sangat merugikan. Untuk itu, kami dari pihak AJI akan melaporkan kasus ini ke Polres Bima Kota," tegas Sofyan.

Selain mencantumkan nama Fahrunnas (anggota AJI) sebagai sekretaris kegiatan pada proposal itu, kata Sofyan, SKR yang diketahui pimred media cetak dan online tersebut, juga mencantumkan nama pemimpin media lain sebagai panitia. Seperti nama Edy Irawan (MNC Group), Jack (Garda Asakota), Ketua PWI Bima Indra Gunawan (Radar Tambora), Mahrun media (Obor Bima), dan Atina (Radar Tambora). (Baca juga: Ada Suara Gemuruh Dari Merapi, BPPTKG: Guguran Material Lama )

"Nama-nama yang tercatum dalam struktur panitia pada proposal tersebut, itu merupakan rekayasa SKR untuk mencari keuntungan pribadi. Pasalnya, banyak yang merasa heran karena ada namanya dalam proposal setelah saat ini viral di media sosial," terangnya.



Sementara itu, proposal yang dianggap bodong itu awalnya diketahui setelah Atina wartawan Media Radar Tambora meliput pemberitaan di Mapolres Bima Kota. Tiba di Polres Bima Kota, Atin sapaan akrab Atina, langsung dipanggil oleh salah satu anggota Humas Polres, dan memberikan amplop putih berisi uang.

Heran dengan pemberian itu, Atin pun bertanya uang untuk apa. Anggota humas menjawab uang dari pengajuan proposal Ikatan Wartawan Bima (IWABI) yang diajukan kemarin. Kebetulan seksi dana dalam proposal ada tercantum nama Atina. "Saya kaget nama saya dicantumkan dalam kepentingan pribadi SKR, dan ini tidak boleh dibiarkan dan harus kami laporkan ke polisi," ujar Atin kesal.

Sementara itu Khaerunas juga mengaku tidak pernah menandatangani proposal tersebut, dan merasa kaget saat diberitahu oleh salah satu anggota AJI. "Itu bukan tanda tangan saya, bukan seperti itu model tanda tangan saya," cetusnya. (Baca juga: Relawan Kotak Kosong Dianiaya, Johnson Panjaitan Datangi Polres Raja Ampat )

Sementara itu, Edy Irawan yang juga Koordinator Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pulau Sumbawa, juga mengecam keras tindakan SKR yang mencatut nama serta media MNC TV dalam proposal nya. Tindakan oknum tersebut, sudah mencoreng nama baik jurnalis dimata publik.

Terlebih, proposal yang saat ini viral di media sosial lewat unggahan berbagai akun Facebook, tak hanya meminta bantuan dana kegiatan pada Polres Bima Kota saja, namun diketahui sudah beredar hingga ke instansi pemerintahan. (Baca juga: Timses Bupati Pelalawan Diduga Kendalikan Jaringan Narkotika Internasional )

"Perlakuan SKR ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Untuk memberi efek jera atas perbuatannya, harus ambil langkah tegas untuk melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib. Perbuatan SKR ini tidak hanya mencatut nama wartawan serta medianya, tapi sudah mencoreng nama organisasi profesi seperti IJTI, PWI dan AJI. Untuk itu, saya akan koordinasi lintas organisasi guna langkah hukum selanjutnya," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
687 Orang Laporkan Dugaan...
687 Orang Laporkan Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Kasus Penipuan Hanania...
Kasus Penipuan Hanania Travel, Polda Metro Periksa 70 Saksi
Polisi Ungkap Modus...
Polisi Ungkap Modus Pasutri Pemilik WO Marwah: Gali Lubang Tutup Lubang
Jadi Tersangka, Bos...
Jadi Tersangka, Bos WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin Ditahan
Polisi Ringkus Owner...
Polisi Ringkus Owner WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin hingga Rp2,6 Miliar
Polda Metro Tetapkan...
Polda Metro Tetapkan Bos Travel Hanania Jadi Tersangka Kasus Penipuan Jemaah Umrah
Anwar BAB Serahkan Seluruh...
Anwar BAB Serahkan Seluruh Uang Saku ke Polisi Usai Diperiksa dalam Kasus Hanania Group
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Rekomendasi
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved