Kisah Londo Ireng, Antek Kompeni Musuh Pejuang Kemerdekaan yang Kini Viral usai Disebut Prabowo
Senin, 27 Juli 2026 - 05:45 WIB
loading...
Londo Ireng awalnya merupakan penamaan untuk orang Afrika yang direkrut menjadi Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL) di masa penjajahan Belanda di Indonesia. Foto/Istimewa
A
A
A
LONDO IRENG menjadi viral usai disebut oleh Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam Harlah ke-28 PKB di Jakarta pada 23 Juli 2026 lalu. Mantan Danjen Kopassus itu menyatakan saat ini masih ada orang Indonesia yang dinilai lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain, yang disebut dengan istilah Londo Ireng.
Pernyataan Londo Ireng tersebut kemudian menjadi perbincangan dan membuat banyak orang kembali penasaran untuk menelusuri sejarah asal-usul istilah itu. Seperti apa sejarah Londo Ireng?
Baca juga: Kisah Gundik dan Nyai Pribumi di Tangsi Tentara KNIL Masa Kolonial Belanda
Dalam bahasa Jawa, istilah Londo Ireng yang muncul saat penjajahan Belanda bisa diartikan sebagai Londo: Belanda, Ireng: Hitam. Penjajah Belanda saat itu identik dengan kulit putih dan rambut berwarna cokelat dan pirang. Sedangkan yang disebut Londo Ireng merupakan sebutan masyarakat untuk para pengikut atau antek-antek penjajah Belanda yang memiliki kulit warna hitam dan berambut hitam.
Siapa mereka? Dikutip dari Military History, Zwarte Hollanders atau Londo Ireng merupakan nama untuk orang Afrika yang direkrut menjadi Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL).
Kala itu, penjajah Belanda kalang kabut usai menghadapi Perang Jawa yang dipimpin Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Perang dahsyat ini menguras dana pemerintah kolonial Belanda dan ribuan tentaranya tewas dalam peperangan.
Baca juga: Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Pernyataan Londo Ireng tersebut kemudian menjadi perbincangan dan membuat banyak orang kembali penasaran untuk menelusuri sejarah asal-usul istilah itu. Seperti apa sejarah Londo Ireng?
Baca juga: Kisah Gundik dan Nyai Pribumi di Tangsi Tentara KNIL Masa Kolonial Belanda
Dalam bahasa Jawa, istilah Londo Ireng yang muncul saat penjajahan Belanda bisa diartikan sebagai Londo: Belanda, Ireng: Hitam. Penjajah Belanda saat itu identik dengan kulit putih dan rambut berwarna cokelat dan pirang. Sedangkan yang disebut Londo Ireng merupakan sebutan masyarakat untuk para pengikut atau antek-antek penjajah Belanda yang memiliki kulit warna hitam dan berambut hitam.
Siapa mereka? Dikutip dari Military History, Zwarte Hollanders atau Londo Ireng merupakan nama untuk orang Afrika yang direkrut menjadi Tentara Kerajaan Hindia Belanda atau Koninklijk Nederlands-Indisch Leger (KNIL).
Kala itu, penjajah Belanda kalang kabut usai menghadapi Perang Jawa yang dipimpin Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Perang dahsyat ini menguras dana pemerintah kolonial Belanda dan ribuan tentaranya tewas dalam peperangan.
Baca juga: Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Lihat Juga :