LGMP Demo di Jayapura, Minta Otsus Papua Dilanjutkan

Senin, 09 November 2020 - 15:04 WIB
loading...
LGMP Demo di Jayapura, Minta Otsus Papua Dilanjutkan
Lembaga Gerakan Merah Putih (LGMP) menggelar aksi demo damai di halaman Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Abepura Jayapura, Senin (9/11/2020). Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A A A
JAYAPURA - Lembaga Gerakan Merah Putih (LGMP) menggelar aksi demonstrasi damai di halaman Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) di Abepura Jayapura, Senin (9/11/2020). Aksi demo yang dikawal aparat keamanan ini meminta MRP sebagai lembaga kultur masyarakat Papua melihat persoalan otonomi khusus (Otsus) Papua yang telah berlangsung selama ini.

LGMP menilai Otsus telah memberikan dampak baik kepada perkembangan Papua. Berbekal flayer seadanya dan diiringi seruling tambur, Koordinator LGMP, Simion Ohee memimpin aksi dan melakukan orasi untuk pemberlakuan Undang Undang Otsus tetap dilanjutkan untuk kemajuan Papua. (Baca juga: 4 Pengeroyok Anggota TNI AD Ditangkap di Sumedang dan Bandung)

"Itu alasan kami datang. Kami datang untuk menyampaikan aspirasi sebagai orang Papua, jangan terlalu tipu kepada masyarakat. Kami minta evaluasi Otsus, dan Otsus jilid II tetap jalan dan tidak bisa digagalkan. Karena mereka sudah sahkan di DPR, MPR dan bahkan sampai di pusat sudah tahu, bahwa MRP siap melanjutkan tindakan aspirasi masyarakat tujuh wilayah adat," kata Simion Ohee, Senin (9/11/2020). (Baca juga: Tasikmalaya Gempar, Wanita Cantik Bercelana Seksi Tergeletak di Tepi Jalan)

Pihaknya juga menganggap kelompok yang menolak Otsus ada untuk melindungi elit politik Papua yang sudah memakan dana Otsus untuk dirinya sendiri. Selain itu takut evaluasi hingga mencari dukungan untuk menolak Otsus berlanjut. Sementara masyarakat lain ingin pembangunan Papua terus maju dan merata tidak hanya sebagian-sebagian.

"Otsus ini ada karena perjuangan pendahulu kami. Kami yang mau Otsus Lanjut, bukan tolak. Lalu ini ada kelompok yang kami duga dipakai elite menolak Otsus lanjut dan masuk dengan isu Papua Merdeka. Ini digunakan untuk menutupi kesalahan mereka. Mereka itu tikus-tikus berdasi," katanya.

Pihaknya juga tidak sepakat akan dilakukannya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) MRP dilakukan di Kabupaten Jayapura. Pihaknya meminta dilakukan di luar Kota dan Kabupaten Jayapura, yang netral dan tidak ada intervensi.

"Jangan di Kabupaten Jayapura. Kami tolak silahkan cari tempat lain diluar sana, di Biak sana yang awal MRP di sahkan, jangan di Kabupaten Jayapura. Kami semua dukung Otsus lanjut kok kamu (MRP) mau bikin RDPU yang su atur strategi untuk tolak Otsus baru mau bikin di tempat kami. Kami mau Otsus lanjut," tegasnya.

Simion Ohee meminta MRP tegas tidak mendukung gerakan penolakan Otsus, dan mendukung demi kepetingan Rakyat Papua keseluruhan.

"Kalian ini dari masyarakat yang percayakan di MRP yang diangkat masyarakat tujuh adat di Papua dan Papua Barat. MRP boleh lanjut tapi orang-orangnya harus diganti semua, kalau perlu yang duduk adalah orang Merah Putih yang memang pro NKRI. Jangan Papua tipu Papua, kamu sudah nikmati baru, bagini mau bicara tolak. Otsus lanjut," ucapnya.

Dalam aksi itu juga dilakukan penyerahan aspirasi yang diterima oleh anggota Kelompok Kerja Agama MRP, Steady Nef Penggu. Aksi kemudian berlanjut ke Gedung DPR Papua di Jayapura. Masa juga melakukan pengembangan flayer dan diiringi seruling tambur Sentani.

Selesai orasi, Simion Ohee juga menyerahkan aspirasi ke pihak DPRP yang diterima oleh Kabag Umum DPRP, Emy Winda. Aksi massa LGMP akhirnya dibubarkan oleh petugas karena tidak mengantongi izin dari pihak Kepolisian.
(shf)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2785 seconds (11.210#12.26)