Cegah COVID-19, BPBD Magelang Siapkan Bilik Masing-masing Pengungsi Merapi
Sabtu, 07 November 2020 - 12:39 WIB
loading...
Para pengungsi dari kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang diperiksa suhu tubuhnya saat tiba di lokasi pengungsian. (Foto: SINDONews/Istimewa)
A
A
A
MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat di lokasi pengungsian warga di daerah kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi. Kapasitas lokasi pengungsian dikurangi 50 persen dan setiap keluarga menempati bilik sendiri-sendiri. BACA JUGA :Aktivitas Merapi Meningkat, Warga Giatkan Ronda Malam
Ini dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Selain itu, semua warga yang berada di tempat pengungsian juga diperiksa kondisi kesehatannya oleh medis yang siaga di masing-masing lokasi pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di tempat pengungsian, masing-masing keluarga dibuatkan bilik tersendiri. Ini untuk menjaga jarak dan agar para pengungsi bisa lebih nyaman. BACA JUGA : Pembunuhan Wanita yang Dikubur di kebun Pisang Terungkap, 2 Pelaku Sadis Ditangkap Polres Kayong Utara
"Karena saat ini sedang pandemi COVID-19, maka kapasitas tempat pengungsian dikurangi 50%. Dan protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat," katanya, Sabtu (7/11/2020).
Dia menjelaskan, warga yang bermukim di kawasan rawan bencana, yakni Desa Paten, Krinjing dan Ngargomulyo, Kecamatan Dukun mengungsi secara mandiri, bukan diungsikan. Mereka mengungsi ke sister village (desa saudara) masing-masing.
Ini dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19. Selain itu, semua warga yang berada di tempat pengungsian juga diperiksa kondisi kesehatannya oleh medis yang siaga di masing-masing lokasi pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di tempat pengungsian, masing-masing keluarga dibuatkan bilik tersendiri. Ini untuk menjaga jarak dan agar para pengungsi bisa lebih nyaman. BACA JUGA : Pembunuhan Wanita yang Dikubur di kebun Pisang Terungkap, 2 Pelaku Sadis Ditangkap Polres Kayong Utara
"Karena saat ini sedang pandemi COVID-19, maka kapasitas tempat pengungsian dikurangi 50%. Dan protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat," katanya, Sabtu (7/11/2020).
Dia menjelaskan, warga yang bermukim di kawasan rawan bencana, yakni Desa Paten, Krinjing dan Ngargomulyo, Kecamatan Dukun mengungsi secara mandiri, bukan diungsikan. Mereka mengungsi ke sister village (desa saudara) masing-masing.
Lihat Juga :