ASPARAGUS Tak Berafiliasi Politik, Dukung Semua Tokoh Santri

loading...
ASPARAGUS Tak Berafiliasi Politik, Dukung Semua Tokoh Santri
Aspirasi Para Gus (ASPARAGUS) terbentuk sebagai wadah silaturahmi kiai muda dan putra kiai yang tidak berafiliasi dengan partai politik dan urusan jabatan. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
PEKALONGAN - Aspirasi Para Gus (ASPARAGUS) terbentuk sebagai wadah silaturahmi kiaimuda dan putra kiai, terutama di Pulau Jawa. Organisasi ini berkomitmen tidak berafiliasi dengan partai politik dan urusan jabatan. Hal ini mengingat keragaman para anggotanya.

Oleh karena itu, Asparagus meluruskan informasi yang menyebut kalangan pesantrenyang tergabung dalam Aspirasi Para Gus (Asparagus) dari berbagai provinsi menyodorkan nama Taj Yasin Maimoen untuk menjadi Ketua Umum PPP pada Muktamar Makassar mendatang. (Baca juga: Kalangan Pesantren Sodorkan Nama Wagub Jateng untuk Pimpin PPP)

“Karenanya mohon maaf, siapapun dan pihak manapun yang mengeklaim bahwa ASPARAGUS melakukan dukung mendukung urusan partai politik praktis adalah tidak benar. Dan itu adalah opini dan dukungan pribadi masing masing anggota, bukan sebagai perkumpulan atau organisasi,” jelas koordinator ASPARAGUS Gus Ahmad Muatho’ didampingi Gus Eko Ahmadi dan Gus Muhamad (Gus Muh), Jumat (6/11/2020). (Baca juga: Status Gunung Merapi Siaga, 12 Desa Masuk Zona Bahaya)

Dia menyebutkan bahwa hal ini memang sesuai kesepakatan awal bahwa terbentuknya ASPARAGUS tetap akan konsisten dan menjaga untuk menjadi media silaturahmi yang cair, tanpa embel-embel atribut apapun di dalamnya.



“Dengan kerendahan hati, dengan keikhlasan beliau-beliau kalangan pesantren yang kemudian menjadikan wadah ini tetap cair dan tetap terjaga dari segala bentuk atribut. Selain itu, dengan netralitas dan hadir polos tanpa atribut disetiap forum silaturahim akan menjadikan ASPARAGUS tetap solid, karena terciptanya adem ayem, sebab saling menjaga, saling menghargai dan tidak berpihak dengan siapapun tapi ada di manapun,” jelasnya.

Para anggota ASPARAGUS secara pribadi dipersilahkan, direstui dan justru akan didukung untuk berkiprah sesuai bidangnya masing-masing. Mereka tetap berperan aktif membangun bangsa dan negara, hingga bisa menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan dan dikenang karena amal salehnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top