Tak Dibelikan Motor, Motif Siswi SMA di Gowa Bunuh Diri
Selasa, 03 November 2020 - 15:21 WIB
loading...
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP. Jufri Natsir saat jumpa pers di Mapolres Gowa, Selasa, (3/11/2020). Foto: SINDONews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Aparat Polres Gowa, Sulawesi Selatan, berhasil mengungkap motif aksi bunuh diri yang dilakukan salah seorang siswi SMA di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, belum lama ini.
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir mengatakan, dari hasil keterangan para saksi ditemukan fakta bahwa korban mengakhiri hidupnya karena kecewa akibat tidak terpenuhinya permintaan pembelian sepeda motor. (Baca Juga: Pria Tewas Diduga Bunuh Diri di Pasuruan, Ternyata Dibunuh Istri Sendiri)
“Selain itu korban juga sering berhalusinasi, dimana dari keterangan orang tua korban menjelaskan sering bermimpi seperti layaknya seperti orang mati (diusung jenazahnya dan dimandikan )," ungkapnya saat jumpa pers di Mapolres Gowa, Selasa, (3/11/2020).
Untuk mengungkap mitif bunuh diri tersebut, sejauh ini, pihak penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi, diantaranyaorang tua korban, tante korban, wali kelas, guru kurikulum, kepala sekolah, rekan-rekan korban. “Jadi terkait dugaan awal korban meninggal dunia disebabkan karena adanya beban berat akibat belajar daring adalah tidak benar," terangnya.
Dia juga menegaskan, hasil pemeriksaan handphone milik korban, tidak ditemukan adanya fakta dari isi chatingan korban yang mengarah terkait hubungan asmara, termasuk proses belajar daring. (Baca Juga: Dua Siswa Stres dan Bunuh Diri, FSGI Dorong Evaluasi Menyeluruh PJJ)
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir mengatakan, dari hasil keterangan para saksi ditemukan fakta bahwa korban mengakhiri hidupnya karena kecewa akibat tidak terpenuhinya permintaan pembelian sepeda motor. (Baca Juga: Pria Tewas Diduga Bunuh Diri di Pasuruan, Ternyata Dibunuh Istri Sendiri)
“Selain itu korban juga sering berhalusinasi, dimana dari keterangan orang tua korban menjelaskan sering bermimpi seperti layaknya seperti orang mati (diusung jenazahnya dan dimandikan )," ungkapnya saat jumpa pers di Mapolres Gowa, Selasa, (3/11/2020).
Untuk mengungkap mitif bunuh diri tersebut, sejauh ini, pihak penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 orang saksi, diantaranyaorang tua korban, tante korban, wali kelas, guru kurikulum, kepala sekolah, rekan-rekan korban. “Jadi terkait dugaan awal korban meninggal dunia disebabkan karena adanya beban berat akibat belajar daring adalah tidak benar," terangnya.
Dia juga menegaskan, hasil pemeriksaan handphone milik korban, tidak ditemukan adanya fakta dari isi chatingan korban yang mengarah terkait hubungan asmara, termasuk proses belajar daring. (Baca Juga: Dua Siswa Stres dan Bunuh Diri, FSGI Dorong Evaluasi Menyeluruh PJJ)
Lihat Juga :