Dihantam Angin, KLM Pinisi Milik Dinas Pariwisata Bulukumba Nyaris Tenggelam
Minggu, 01 November 2020 - 15:36 WIB
loading...
Seorang guru berdiri di tengah murid-muridnya menunjukkan perahu pinisi yang dibuat oleh masyarakat Bulukumba yang dikenal dengan sebutan panrita lopi. Foto: SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
BULUKUMBA - Kapal Layar Motor (KLM) Pinisi Panrita Lopi milik Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba akhirnya kembali mengapung setelah nyaris tenggelam pada Sabtu 31 Oktober kemarin.
Kapal hibah dari salah seorang pembuat kapal tersebut, nyaris tenggelam setelah kemasukan air.Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Muhammad Ali Saleng menjelaskan, air masuk ke dalam kapal setelah balok penyangga samping atau kengkeng kapal tersangkut akibat dihantam angin kencang.
"Rencana balok itu akan kita buka pagi hari sebelum ke Bira. Ternyata tersangkut pada tali rumpon sehingga menyebabkan kapal miring, air masuk melalui jendela bulat. Kebetulan terbuka sampai akhirnya seluruh badan kapal penuh air sampai top deck," terang Muhammad Ali Saleng.
Baca juga: Warga Sumbang Pemkab Bulukumba Sebuah Kapal Pinisi
Menurut Ali Saleng, pada Jumat 30 Oktober lalu, sekitar pukul 04.00 Wita angin kencang menerjang sebagian wilayah Bulukumba. Angin kencang itu juga disertai hujan. Wilayah yang diterjang salah satunyalokasi kapal pinisi tersebut sandar. "Ternyata ada bekas rumpon atau fondasi rumput laut di situ," jelasnya.
Dia menerangkan, setelah terendam, kapal pinisi Panrita Lopi milik Dinas Pariwisata Bulukumba itu berhasil dievakuasi. Badan kapal tidak mengalami kerusakan sehingga kembali terapung pada pukul 02.00 Wita dini hari tadi.
"Kapal sudah mulai terapung kembali, termasuk lantai 2 kamar kapten dan fasilitas karaoke sudah tidak ada airnya. Mesin penggerak utama dan cadangan (ex mesin kapal Banawa) serta genset akan segera dilakukan pencucian oleh teknisi mesin setelah terapung seperti semula," tutup dia.
Kapal hibah dari salah seorang pembuat kapal tersebut, nyaris tenggelam setelah kemasukan air.Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba, Muhammad Ali Saleng menjelaskan, air masuk ke dalam kapal setelah balok penyangga samping atau kengkeng kapal tersangkut akibat dihantam angin kencang.
"Rencana balok itu akan kita buka pagi hari sebelum ke Bira. Ternyata tersangkut pada tali rumpon sehingga menyebabkan kapal miring, air masuk melalui jendela bulat. Kebetulan terbuka sampai akhirnya seluruh badan kapal penuh air sampai top deck," terang Muhammad Ali Saleng.
Baca juga: Warga Sumbang Pemkab Bulukumba Sebuah Kapal Pinisi
Menurut Ali Saleng, pada Jumat 30 Oktober lalu, sekitar pukul 04.00 Wita angin kencang menerjang sebagian wilayah Bulukumba. Angin kencang itu juga disertai hujan. Wilayah yang diterjang salah satunyalokasi kapal pinisi tersebut sandar. "Ternyata ada bekas rumpon atau fondasi rumput laut di situ," jelasnya.
Dia menerangkan, setelah terendam, kapal pinisi Panrita Lopi milik Dinas Pariwisata Bulukumba itu berhasil dievakuasi. Badan kapal tidak mengalami kerusakan sehingga kembali terapung pada pukul 02.00 Wita dini hari tadi.
"Kapal sudah mulai terapung kembali, termasuk lantai 2 kamar kapten dan fasilitas karaoke sudah tidak ada airnya. Mesin penggerak utama dan cadangan (ex mesin kapal Banawa) serta genset akan segera dilakukan pencucian oleh teknisi mesin setelah terapung seperti semula," tutup dia.
Lihat Juga :