Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera
Jum'at, 08 Mei 2020 - 16:27 WIB
loading...
Pertumbuhan ekonomi Sumsel tertinggi di Sumatera. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - embatasan sosial sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 berdampak pada pendapatan masyarakat dan penurunan produksi, sehingga menurunkan prospek permintaan domestik, baik konsumsi rumah tangga maupun investasi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Hari Widodo mengatakan, sejalan dengan kondisi global dan nasional, kondisi perekonomian di Sumsel juga mengalami tekanan sebagai dampak penyebaran COVID-19.
"Pertumbuhan ekonomi provinsi Sumsel pada Triwulan I tahun 2020, tercatat tumbuh melambat sebesar 4,98 persen (yoy) dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,69 persen (yoy)," ujar Hari pada teleconference media briefing, Jumat (08/05/2020).
Sesuai proyeksi Bank Indonesia, kata Hari, penurunan ini belum begitu tajam karena masih ada kegiatan ekonomi bulan Januari dan Februari yang relatif belum terdampak signifikan oleh pandemi COVID-19.
"Meskipun melambat, realisasi pertumbuhan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi regional Sumatera dan nasional yang masing-masing tumbuh sebesar 3,25 persen (yoy) dan 2,97 persen (yoy), serta merupakan pertumbuhan tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di regional Sumatera," katanya.
Dijelaskan Hari, Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan memberikan kontribusi tertinggi berdasarkan struktur PDRB dari sisi Lapangan Usaha. Memasuki triwulan I-2020 terjadi perubahan struktur PDRB dari sisi LU.
"Struktur perekonomian di Sumsel didominasi oleh LU Industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 20 persen diikuti oleh LU Pertambangan dan Penggalian kemudian LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi masing-masing sebesar 19 persen dan 15 persen," jelas Hari.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Hari Widodo mengatakan, sejalan dengan kondisi global dan nasional, kondisi perekonomian di Sumsel juga mengalami tekanan sebagai dampak penyebaran COVID-19.
"Pertumbuhan ekonomi provinsi Sumsel pada Triwulan I tahun 2020, tercatat tumbuh melambat sebesar 4,98 persen (yoy) dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,69 persen (yoy)," ujar Hari pada teleconference media briefing, Jumat (08/05/2020).
Sesuai proyeksi Bank Indonesia, kata Hari, penurunan ini belum begitu tajam karena masih ada kegiatan ekonomi bulan Januari dan Februari yang relatif belum terdampak signifikan oleh pandemi COVID-19.
"Meskipun melambat, realisasi pertumbuhan ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi regional Sumatera dan nasional yang masing-masing tumbuh sebesar 3,25 persen (yoy) dan 2,97 persen (yoy), serta merupakan pertumbuhan tertinggi jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di regional Sumatera," katanya.
Dijelaskan Hari, Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan memberikan kontribusi tertinggi berdasarkan struktur PDRB dari sisi Lapangan Usaha. Memasuki triwulan I-2020 terjadi perubahan struktur PDRB dari sisi LU.
"Struktur perekonomian di Sumsel didominasi oleh LU Industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 20 persen diikuti oleh LU Pertambangan dan Penggalian kemudian LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi masing-masing sebesar 19 persen dan 15 persen," jelas Hari.
Lihat Juga :