SNI Belum Juga Diwajibkan, Profil Atap Baja Ringan Masih Terus Jadi Ancaman
Kamis, 29 Oktober 2020 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
“Penyebab robohnya bangunan ada beberapa. Yang pertama ini apa itu dari awal salah perhitungan struktur, kemudian bisa juga karena penyalahgunaan ketebalan baja ringan yang dipasang, kemudian yang terakhir force major atau kejadian alam yang cukup kuat sehingga menyebabkan runtuhnya sebuah struktur. Ini (hasil penyelidikan di RSUD Ciamis) yang belum didapatkan informasinya secara real,” terang Nicolas kepada wartawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10/2020).
Nicolas menjelaskan, kalau dilihat peraturannya, untuk mengerjakan struktur atap bangunan baja ringan, baik itu bebannya genteng beton atau genteng tanah, jika beban sudah melebihi 50 Kg per meter persegi, maka umumnya sudah diwajibkan pakai software dalam proses pemasangan.
Kemudian hal kedua yang harus diperhatikan lagi adalah dari aplikatornya. Apakah dia sudah mengantungi sertifikasi atau belum.
“Yang terakhir baru produsennya. Si produsennya ini apakah sudah punya SNI atau belum, meskipun saat ini SNI-nya dalam tahapan sukarela menuju wajib. Karena itu kita sangat mengharapkan pihak terkait untuk menyelidiki penyebab runtuhnya atap bangunan RSUD Ciamis ini ini ke pabriknya,” ujarnya lagi.
BACA JUGA: Penggunaan Konstruksi Baja Ringan dan Kayu untuk Tahan Gempa
Nicolas mengungkapkan, ARFI sangat prihatin atas terulangnya kejadian ini. Karena itu ARFI sangat mendukung agar proses penyelidikan dilakukan sampai ke level pabrik. Pun demikian, jika memang benar peristiwa ini terjadi karena faktor alam.
Nicolas menjelaskan, kalau dilihat peraturannya, untuk mengerjakan struktur atap bangunan baja ringan, baik itu bebannya genteng beton atau genteng tanah, jika beban sudah melebihi 50 Kg per meter persegi, maka umumnya sudah diwajibkan pakai software dalam proses pemasangan.
Kemudian hal kedua yang harus diperhatikan lagi adalah dari aplikatornya. Apakah dia sudah mengantungi sertifikasi atau belum.
“Yang terakhir baru produsennya. Si produsennya ini apakah sudah punya SNI atau belum, meskipun saat ini SNI-nya dalam tahapan sukarela menuju wajib. Karena itu kita sangat mengharapkan pihak terkait untuk menyelidiki penyebab runtuhnya atap bangunan RSUD Ciamis ini ini ke pabriknya,” ujarnya lagi.
BACA JUGA: Penggunaan Konstruksi Baja Ringan dan Kayu untuk Tahan Gempa
Nicolas mengungkapkan, ARFI sangat prihatin atas terulangnya kejadian ini. Karena itu ARFI sangat mendukung agar proses penyelidikan dilakukan sampai ke level pabrik. Pun demikian, jika memang benar peristiwa ini terjadi karena faktor alam.
Lihat Juga :