BNPT: Kelompok Teroris Kian Massif Propaganda Lewat Medsos

Selasa, 27 Oktober 2020 - 17:17 WIB
loading...
BNPT: Kelompok Teroris...
Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar saat Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Dalam Rangka Penanggulangan Terorisme, di Batu, Selasa (27/10/2020). Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
KOTA BATU - Meningkatnya pengguna media sosial di Indonesia ternyata dimanfaatkan oleh kelompok teroris untuk menyebar paham-paham radikal. Kaum radikal tersebut mengajak generasi muda untuk menjadi teroris .

(Baca juga: Residivis Pembegal Payudara Karyawati BUMN Kembali Masuk Bui )

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ( BNPT ), Komjen Pol. Boy Rafli Amar mengungkapkan, dari total jumlah penduduk Indonesia, saat ini ada sekitar 120 juta penduduk Indonesia memiliki akun medsos. Tentunya hal itu menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat supaya bisa mencegah pengaruh paham yang bertentangan dengan Pancasila.

"Kelompok terorisme memanfaatkan sosmed untuk propaganda yang saat ini warganet asal Indonesia terus bertambah," katanya disela Deklarasi Kesiapsiagaan Nasional Dalam Rangka Penanggulangan Terorisme , di Kota Batu, Selasa (27/10/2020).

Propaganda, kata Boy ada yang datang dari penganut paham radikal dari Indonesia yang saat ini berada di timur tengah. Padahal di negara konflik itu mereka hidupnya terkatung-katung dan memprihatinkan.



"Hingga saat ini mereka masih terus melakukan propaganda melalui media sosial, karena mereka tetap berharap ada dari Indonesia yang mensupportnya," ungkapnya. (Baca juga: Hujan Tangis Warnai Prosesi Pemakaman Korban Pembunuhan )

Boy mengatakan, sebanyak 1.200 orang yang terseret paham radikal masih berada di kamp-kamp Timur Tengah. Namun sebagian sudah ada yang pindah ke Yaman, Afganistan, dan Filiphina Selatan.

"Di antara yang mereka menunggu proses hukum. Mereka-mereka yang laki-laki diminta pertanggungjawaban hukum. Sedangkan wanita dianggap korban yang ditempatkan di tempat pengungsian," paparnya. (Baca juga: Demonstran Mulai Bergerak, Jalur Sidoarjo-Surabaya Macet )

Lantas apakah mereka yang dianggap korban akan dipulangkan? Boy menuturkan, bahwa BNPT masih harus melakukan proses verifikasi terlebih dahulu dengan sejumlah unsur kementrian terutama kepada stakeholder. Termasuk menjalin kerjasama dengan lembaga internasional seperti ICRC yang kebetulan banyak mengurusi kamp-kamp yang berada diwayah utara Irak.

"Untuk masalah ini kita perlu merumuskan langkah-langkah terlebih dahulu. Karena berkaitan dengan aspek-aspek lainnya seperti aspek hukum, hubungan luar negeri, masalah sosial, kesehatan hingga aspek perekonomian. Jadi perlu dibahas bersama," tandasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polemik Paskibraka Sulsel,...
Polemik Paskibraka Sulsel, Pengamat Wanti-wanti Tidak Jadi Ajang Politik Praktis
Pemerintah Diminta Perluas...
Pemerintah Diminta Perluas Program Literasi Digital hingga ke Daerah
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
PP Tunas Berlaku, Pemprov...
PP Tunas Berlaku, Pemprov DKI Jakarta Perketat Penggunaan Gawai di Sekolah
Anak di Bawah Umur Dibatasi...
Anak di Bawah Umur Dibatasi Main Medsos, Pramono: Demi Kebaikan Bersama
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Rekomendasi
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Tampil Menjanjikan di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
Berita Terkini
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
Infografis
Saat Ini, Musuh Terberat...
Saat Ini, Musuh Terberat Israel Adalah Kelompok Houthi Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved