10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Senin, 08 Juni 2026 - 09:40 WIB
loading...
DVI Polda Papua mengirimkan total 10 sampel DNA keluarga korban ledakan bom di Biak Numfor, Papua, ke Pusdokkes Polri. Foto/SindoNews
A
A
A
PAPUA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua mengirimkan total 10 sampel DNA dari keluarga korban ledakan bom di Biak Numfor, Papua, ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta. Hal itu untuk memastikan identitas potongan tubuh korban yang telah dievakuasi dari lokasi ledakan.
“Tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul sepuluh sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dikutip Senin (8/6/2026).
Tim gabungan yang dipimpin Basarnas juga kembali menemukan dua potongan tubuh dalam pencarian hari ketujuh tepatnya, Sabtu, 6 Juni 2026. Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan juga diamankan.
Baca juga: Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
"Dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercross warna hitam, tiga buah dompet, satu buah pisau, satu buah gunting medis, satu buah pinset medis, serta satu unit GPS merek Garmin," ujarnya.
“Tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul sepuluh sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dikutip Senin (8/6/2026).
Tim gabungan yang dipimpin Basarnas juga kembali menemukan dua potongan tubuh dalam pencarian hari ketujuh tepatnya, Sabtu, 6 Juni 2026. Sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan juga diamankan.
Baca juga: Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
"Dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercross warna hitam, tiga buah dompet, satu buah pisau, satu buah gunting medis, satu buah pinset medis, serta satu unit GPS merek Garmin," ujarnya.
Lihat Juga :