Hujan Tangis Warnai Prosesi Pemakaman Korban Pembunuhan

loading...
Hujan Tangis Warnai Prosesi Pemakaman Korban Pembunuhan
Prosesi pemakaman korban pembunuhan tetap dilakukan malam hari dan di bawah hujan gerimis. Lokasi pemakaman hanya beberapa meter dari rumah duka. Foto/SINDOnews/Asep Supiandi
PURWAKARTA - Isak tangis keluarga korban pembunuhan terhadap Siti Soleha (25) pecah saat proses pemakaman di Kampung Rawa Gempol RT4 RW 2Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Senin (26/10/2020) malam.

(Baca juga: 3 Anak SD Jadi Korban Pelecehan Seks, Pelaku Minta Damai)

Kedua orang tua korban pembunuhan, yakni pasangan suami Madtori dan Wawat tak kuasa menahan air mata yang terus membasahi wajahnya. Mereka tak menyangka anak cikal perempuannya itu harus bernasib tragis. Nyawanya melayang diujung senjata tajam pelaku pembunuhan.

Kesedihan pun tampak terlihat dari tetangganya, mereka seakan ikut merasakan duka mendalam pada keluarga korban pembunuhan. Ketika jenazah korbanpembunuhan disalatkan di Masjid Al Dausary, warga berbondong-bemdong menyalatkan. Sampai selasar masjid pun penuh para jamaah.



Malam ini jenazah korbanpembunuhan langsung dimakamkan di pemakaman umum yang tak jauh dari rumahnya. Beberapa warga cukup antusias mengotong keranda jenazah korbanpembunuhan dari masjid menuju pemakaman. Meski hujan turun rintik-rintik tak menyurutkan ratusan warga mengantar jenazah korbanpembunuhan ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

(Baca juga: Nekat, 3 Pencuri Sikat Sepeda di Surabaya dengan Menerobos Pagar)

Kades Cijati, Zenal Arifin selaku perwakilan keluarga megaku prihatin dengan apa yang menimpa korban. Menurutnya, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dalam memproses perbuatan pelaku seadil-adilnya. "Saya rasa selaku perwakilan keluarga meminta pelakupembunuhan dihukum seadil-adilnya. Kami menilai bahwa pembunuhan ini sudah direncanakan," ungkap Zenal.



(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top