Polisi Tindak Tegas Pelaku Penyerangan Relawan KOKO dan AFU-ORI
Senin, 26 Oktober 2020 - 00:07 WIB
loading...
A
A
A
Dalam penyerangan di kampung Atkari itu, menurut Ketua Relawan KOKO, Charles Imbir, dipimpin oleh seorang oknum anggota DPRD Raja Ampat berinisial FM, dan beberapa orang rekannya masing-masing, MD, SM, RB, LS, LE, HW, RU, dan AJ.(Baca juga : PLT Bupati Raja Ampat Sesalkan Sekda Umumkan Hasil CPNS Tanpa Sepengetahuan Dirinya )
"Kronologis kejadian, di mana sekitar pukul 23:15 WIT, setelah mengakhiri sosialisasi kolom kosong di Kampung Atkari, tim sosialisasi Relawan Kolom Kosong yang didampingi pengurus Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB), mendapat serangan dari sekelompok orang yang diduga dari Tim kandidat FOR 4 di saat tim sosialisasi Kolom Kosong sedang beristirahat untuk menikmati hidangan makan malam," jelas Charles Imbir, kepada MNC Media, Minggu (25/10/2020) siang tadi.
"Kelompok yang menyerang Tim Sosialisasi Kolom Kosong menurut keterangan saksi yang ada di tempat kejadian perkara itu antara lain berinisial MD, SM, RB, LS, LE, HW, RU, FM, dan AJ." tambahnya
Kapolres Raja Ampat AKBP Andre Manuputty yang diwawancarai wartawan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Andre peristiwa ini berawal dari adanya sosialisasi yang dilakukan oleh relawan Kotak Kosong di kampung Atkari. Namun tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang.
"Informasi awal yang diterima, Tim Sosialisasi Relawan Kotak Kosong bergerak ke Kampung Atkari, Distrik guna melaksanakan sosialisasi untuk Kotak Kosong, kemudian pada saat beristirahat mereka (Tim Koko) ada sekelompok orang mendatangi dan mengancam serta terjadi pemukulan sekitar jam 11 malam minggu berdasarkan informasi. Sehingga korban memutuskan kembali ke waisai untuk membuat laporan polisi di Polres Raja Ampat," jelas AKBP Andre Manuputty di Mapolres Raja Ampat, Minggu (25/10/2020) malam tadi.
"Namun, ada beberapa pendukung dari relawan KOKO yang berada di Waisai telah mendengar ada pemukulan tersebut, maka mereka melakukan aksi balasan dengan menyerang Posko pemenangan Paslon AFU-ORI"tambahnya.(Baca juga : Gelombang Dukungan Menangkan Kotak Kosong Menguat di Raja Ampat )
AKBP Andre Manuputty meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penangan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Menurut Andre, pihaknya tentu akan menangani kasus ini dengan profesional, baik penyerangan terhadap Relawan Kotak Kosong di kampung Atkari dan penyerangan terhadap Posko pemenangan Paslon AFU-ORI di perumahan 30. AKBP Andre juga tidak gentar untuk menindak tegas para pelaku walaupun diantara para pelaku tersebut diduga terlibat seorang oknum anggota DPRD kabupaten Raja Ampat berinisial FM.
"Kronologis kejadian, di mana sekitar pukul 23:15 WIT, setelah mengakhiri sosialisasi kolom kosong di Kampung Atkari, tim sosialisasi Relawan Kolom Kosong yang didampingi pengurus Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB), mendapat serangan dari sekelompok orang yang diduga dari Tim kandidat FOR 4 di saat tim sosialisasi Kolom Kosong sedang beristirahat untuk menikmati hidangan makan malam," jelas Charles Imbir, kepada MNC Media, Minggu (25/10/2020) siang tadi.
"Kelompok yang menyerang Tim Sosialisasi Kolom Kosong menurut keterangan saksi yang ada di tempat kejadian perkara itu antara lain berinisial MD, SM, RB, LS, LE, HW, RU, FM, dan AJ." tambahnya
Kapolres Raja Ampat AKBP Andre Manuputty yang diwawancarai wartawan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Andre peristiwa ini berawal dari adanya sosialisasi yang dilakukan oleh relawan Kotak Kosong di kampung Atkari. Namun tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang.
"Informasi awal yang diterima, Tim Sosialisasi Relawan Kotak Kosong bergerak ke Kampung Atkari, Distrik guna melaksanakan sosialisasi untuk Kotak Kosong, kemudian pada saat beristirahat mereka (Tim Koko) ada sekelompok orang mendatangi dan mengancam serta terjadi pemukulan sekitar jam 11 malam minggu berdasarkan informasi. Sehingga korban memutuskan kembali ke waisai untuk membuat laporan polisi di Polres Raja Ampat," jelas AKBP Andre Manuputty di Mapolres Raja Ampat, Minggu (25/10/2020) malam tadi.
"Namun, ada beberapa pendukung dari relawan KOKO yang berada di Waisai telah mendengar ada pemukulan tersebut, maka mereka melakukan aksi balasan dengan menyerang Posko pemenangan Paslon AFU-ORI"tambahnya.(Baca juga : Gelombang Dukungan Menangkan Kotak Kosong Menguat di Raja Ampat )
AKBP Andre Manuputty meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya penangan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Menurut Andre, pihaknya tentu akan menangani kasus ini dengan profesional, baik penyerangan terhadap Relawan Kotak Kosong di kampung Atkari dan penyerangan terhadap Posko pemenangan Paslon AFU-ORI di perumahan 30. AKBP Andre juga tidak gentar untuk menindak tegas para pelaku walaupun diantara para pelaku tersebut diduga terlibat seorang oknum anggota DPRD kabupaten Raja Ampat berinisial FM.
Lihat Juga :