Bandara Sam Ratulangi Manado Terima Stimulus PJP2U

loading...
Bandara Sam Ratulangi Manado Terima Stimulus PJP2U
Dari enam bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I, Bandara Sam Ralulangi Manado memperolah stimulus penerbangan melalui subsidi tarif PJP2U. Foto SINDOnews
MANADO - Dari enam bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero), Bandara Sam RalulangiManado memperolah stimulus penerbangan melalui subsidi tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U).

Selain Bandara Sam Rstulangi, stimulus ini diberikan kepada pengguna jasa pesawat udara yang melakukan pembelian tiket pesawat mulai 23 Oktober-31 Desember 2020 dan berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Yogyakarta-Kulon Progo, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Lombok. (Baca: Triwulan III, Penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado Meningkat)

Kebijakan ini ditetapkan sesuai nota kesepahaman (MoU) dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan perihal pemberian stimulus penerbangan melalui tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) yang ditandatangani bersama di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Kamis (22/10).

"Sebagai operator bandara kami sangat mengapresiasi dan mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi khususnya bagi industri penerbangan yang sangat terdampak oleh pandemi global Covid-19,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, Jumat (23/10/2020).



Angkasa Pura I sebagai operator bandara terdampak cukup signifikan imbas pandemi Covid-19 baik dari segi operasional maupun bisnis. Dikatakan, sejak 1 Januari-31 September 2020, Angkasa Pura I tercatat melayani hingga 24.560.143 penumpang melalui 15 bandara yang dikelola atau mengalami penurunan hingga 58 persen dibanding pada periode yang sama di tahun 2019 yang melayani hingga 61.159.240 penumpang.

"Penurunan cukup tajam juga terjadi pada trafik pergerakan pesawat di mana pada periode 1 Januari - 31 September 2020 hanya mencapai 308.669 pergerakan atau mengalami penurunan hingga 45 persen dibanding pada periode yang sama di tahun 2019 yang mencapai 568.514 pergerakan,"katanya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman saat melakukan perjalanan udara, penerapan protokol kesehatan di 15 bandara Angkasa Pura I telah dijalankan sesuai dengan standar global yang mengacu pada World Health Organization (WHO) dan International Civil Aviation Organization (ICAO). (Baca: Bahayakan Penerbangan, 250 Liter Miras dan 117 Power Bank Dimusnahkan di Bandara Sam Ratulangi)



Atas konsistensi penerapan protokol kesehatan di bandara ini, pada 21 Agustus lalu Angkasa Pura I berhak menyematkan stempell "Safe Travel" dari World Travel and Tourism Council (WTTC) di mana penyematan stempel ini merupakan yang pertama kali di sektor kebandarudaraan Indonesia.

Selain itu pada 15 Oktober lalu Bandara I Gusti Ngurah RaiBali meraih sertifikat Inisiasi Koridor Sehat atau Safe Corridor Initiative (SCI) dari Incheon International Airport Corporation (IIAC) yang berbasis di Korea Selatan.

“Pemberian stimulus PJP2U ini secara langsung akan membuat harga tiket penerbangan dari 6 bandara yang kami kelola menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat. Kami berharap adanya kebijakan ini mampu mendorong kepercayaan diri bagi masyarakat untuk mulai bepergian lagi dengan menggunakan pesawat udara serta yang paling utama menggeliatkan kembali perekonomian & pariwisata sekitar,” tambah Faik Fahmi.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top