Ridwan Kamil Intruksikan Bank BJB Lobi Pusat Minta Tambahan Dana PEN

loading...
Ridwan Kamil Intruksikan Bank BJB Lobi Pusat Minta Tambahan Dana PEN
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Foto/SINDOnews
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat menginstruksikanBank Jabar Banten(bank bjb) melobi pemerintah pusat untuk meminta tambahan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Jabar. Permintaan tersebut disampaikan Kang Emil, sapaan akrabnya, menyusul telah tersalurkannya seluruh dana PEN sebesar Rp2,5 triliun dari pemerintah pusat.

Kang Emil dalam keterangan resminya menyatakan, penambahan dana diperlukan mengingat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menemui kendala penerimaan subsidi dari pemerintah.(Baca: Bank BJB Syariah Bukukan Laba Bruto Rp42,09 Miliar)

"Saya meminta bank bjb untuk melobi, agar ada penambahan dana PEN (lewat bjb). Kita (melalui bank bjb) sangat gesit dan cepat (menyalurkan dana PEN). Kita bisa pulih lebih cepat," ujar Kang Emil, Jumat (23/10/2020).

Lebih lanjut, Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar itu mengatakan, bank bjb mampu merealisasikan target penyaluran dana PEN dari pemerintah pusat lebih cepat, termasuk dana bank bjb sebesar Rp2,5 triliun. Totalnya, kata Kang Emil, Rp5 triliun sudah disalurkan ke berbagai sektor ekonomi tangguh dan prospektif.



"Bank bjb sudah menyalurkan dana PEN dari pemerintah pusat sebesar Rp2,5 triliun dan dana bank bjb sebesar Rp2,5 triliun sudah seluruhnya tersalurkan juga. Padahal, target penyaluran dana dengan total Rp5 triliun itu sampai Desember 2020," paparnya.(Baca: Diterpa Pandemi, Bank Bjb Syariah Catat Laba Rp32 Miliar)

Berdasarkan data bank bjb pada Minggu (18/10/2020), total penyaluran dana PEN oleh bank bjb sebesar Rp5,3 triliun. Melalui program bjb PENtas (Penguatan Ekonomi Nasional Tangguh dan Sejahtera), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terbesar milik Pemprov Jabar itu berkontribusi menyalurkan dana PEN ke berbagai sektor ekonomi tangguh dan prospektif di tengah pandemi COVID-19.

Rinciannya, Rp1,35 triliun untuk sektor konstruksi, Rp1,34 triliun untuk sektor perdagangan besar dan eceran, Rp794 miliar untuk sektor industri pengolahan, Rp154 miliar untuk sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan, serta Rp1,69 triliun untuk sektor lainnya. Selain itu, per 18 Oktober 2020, total debitur mencapai 10.552.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top