Tewas di Malaysia, Pemulangan Jenazah TKW Dikenai Biaya Rp23 Juta

loading...
Tewas di Malaysia, Pemulangan Jenazah TKW Dikenai Biaya Rp23 Juta
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meninggal dunia di Malaysia. Foto/iNews TV/Toiskandar
INDRAMAYU - Ruri Alfath Mujaida, tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikabarkan telah meninggal dunia di Malaysia, Kamis (22/10/2020).

(Baca juga: Satgas COVID-19 Sumut Diserang, Gubernur Serahkan ke Polisi)

Kakak korban tak henti-hentinya menangis histeris sambil memegang foto adiknya yang sudah tiada. Ruri Alfath Mujaida, dikabarkan meninggal dunia di dalam mobil saat akan pulang ke Indonesia, lewat Batam. Namun naas, sebelum sampai ke tujuanTKW tersebut tiba-tiba meninggal dan masih di Malaysia.

Ironisnya, saat mendapatkan kabar duka dari Malaysia, justru keluarga korban dimintai uang Rp23 juta untuk pemulangan jenazahTKW tersebut. Sementara, untuk pemakaman di Malaysia, dimintai biaya Rp9,8 juta.



Meninggalnya TKW ini diduga karena sakit tuberkulosis (TB). Tidak hanya itu, sebelum mengalami sakit, Ruri diduga juga sering mengalami kekerasan dari majikannya, sehingga dirinya memilih melarikan diri saat majikannya hamil tua.

(Baca juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Pembakar Wanita Dalam Mobil di Sukoharjo)

Hingga kini jenazah Ruri Alfath Mujaida, masih tertahan di rumah sakit Malaysia. Almarhumah Ruri diberangkatkan ke Malaysia, melalui jalur laut oleh calo. Dia menjadi TKW ilegal di Malaysia.



"Sebelum meninggal, dia sempat mengabarkan keluarga di Indramayu, bahwa dirinya sedang perjalanan pulang ke tanah air. Namun selang dua jam, keluarga menerima laporan dari rekan kerjanya bahwa Ruri sudah tiada. Korban meninggalkan dua anaknya yang masih berusia delapan tahun, dan empat tahun," ujar kakak korban, Juju Juhaeriyah.

(Baca juga: 2 Ekskutor Penganiayaan Sadis Dibekuk Polres Baubau)

Pihak keluarga berharap, jenazah Ruri Alfath Mujaida bisa dipulangkan ke tanah air. Karena keluarga tidak bisa berbuat apa-apa untuk pemulangan jenazah, Juju hanya bisa berharap kepada Presiden Joko Widodo, membantu memulangkan jenazah tersebut.

(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top