Warga Ring Satu Diabaikan, Pintu Masuk PT TPPI Tuban Diblokade

loading...
Warga Ring Satu Diabaikan, Pintu Masuk PT TPPI Tuban Diblokade
Ratusan warga membawa poster memblokade pintu masuk PT TPPI di Tuban.Foto/Inews/Pipiet Wibawanto
TUBAN - Puluhan warga ring satu PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (PT TPPI) di Tuban, Jawa Timur, memblokade pintu masuk pabrik, Kamis (22/10/2020). Aksi ini dipicu oleh salah satu kontraktor pemenang tender untuk pembangunan lima tangki baru tidak merekrut tenaga kerja dari warga ring satu, baik tenaga kasar maupun ahli.

Warga juga marah karena rekrutmen karyawan dinilai tidak transparan. Tenaga yang direkrut justru dari luar kota. (Baca juga:Jatim Fair Virtual 2020 Dibuka, Dorong Transformasi Digital Pelaku UMKM)

Aksi ini diikui warga dari Desa Tasikharjo, Desa Purworejo, dan Desa Remen, Kecematan Jenu, Tuban. Perwakilan warga desa ring satu mendesak pihak kontraktor agar mengutamakan tenaga kerja dari warga sekitar.

Tenaga kerja dari warga sekitar juga banyak yang mumpuni untuk pelaksanaan proyek tersebut. Warga membentangkan poster sebagai bentuk protes dan menyampaikan aspirasinya kepada kontraktor yang dinilai tidak peduli dengan warga sekitar. "Pulangkan PT Rekayasa Industri", "Kami Butuh Pekerjaan"



Usai menyampaikan orasi, perwakilan warga dari tiga desa tersebut merangsek masuk menuju kantor kontraktor. Mereka meminta kepastian tenaga kerja seperti yang dijanjikan.

(Baca juga:Saking Panasnya, Emak-emak di Probolinggo Goreng Telur di Bawah Matahari)

Dari hasil mediasi, pihak kontraktor berjanji seminggu ke depan tidak akan menambah tenaga kerja, selain dari warga di ring satu. "Kontraktor mengabaikan orang lokal di sini, kami menuntut bekerja," ujar Korlap Aksi, Bambang Irawan.



Sementara itu, CSR dan PR Section Head PT TPPU Taheran Sidik Prabowo mengungkapkan, tender harus mengutamakan tenaga ring satu dalam proyek pembangunan lima tangki baru.

Selain tenaga kerja, pihak pemenang tender dapat melibatkan kontraktor lokal asalkan pernyaratan yang ditentukan dapat dipenuhi agar dapat menyelesaikan progres jadual yang ada.

Pantauan di lokasi, akibat aksi ini para karyawan PT TPPI tidak bisa bekerja karena pintu masuk dibokir massa. Setelah kesepakatan didapatkan, warga langsung membubarkan diri dengan tertib.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top