Warga Ring Satu Diabaikan, Pintu Masuk PT TPPI Tuban Diblokade
Kamis, 22 Oktober 2020 - 18:07 WIB
loading...
Ratusan warga membawa poster memblokade pintu masuk PT TPPI di Tuban.Foto/Inews/Pipiet Wibawanto
A
A
A
TUBAN - Puluhan warga ring satu PT Trans Pasific Petrochemical Indotama ( PT TPPI ) di Tuban, Jawa Timur, memblokade pintu masuk pabrik, Kamis (22/10/2020). Aksi ini dipicu oleh salah satu kontraktor pemenang tender untuk pembangunan lima tangki baru tidak merekrut tenaga kerja dari warga ring satu, baik tenaga kasar maupun ahli.
Warga juga marah karena rekrutmen karyawan dinilai tidak transparan. Tenaga yang direkrut justru dari luar kota. (Baca juga: Jatim Fair Virtual 2020 Dibuka, Dorong Transformasi Digital Pelaku UMKM )
Aksi ini diikui warga dari Desa Tasikharjo, Desa Purworejo, dan Desa Remen, Kecematan Jenu, Tuban. Perwakilan warga desa ring satu mendesak pihak kontraktor agar mengutamakan tenaga kerja dari warga sekitar.
Tenaga kerja dari warga sekitar juga banyak yang mumpuni untuk pelaksanaan proyek tersebut. Warga membentangkan poster sebagai bentuk protes dan menyampaikan aspirasinya kepada kontraktor yang dinilai tidak peduli dengan warga sekitar. "Pulangkan PT Rekayasa Industri", "Kami Butuh Pekerjaan"
Usai menyampaikan orasi, perwakilan warga dari tiga desa tersebut merangsek masuk menuju kantor kontraktor. Mereka meminta kepastian tenaga kerja seperti yang dijanjikan.
Warga juga marah karena rekrutmen karyawan dinilai tidak transparan. Tenaga yang direkrut justru dari luar kota. (Baca juga: Jatim Fair Virtual 2020 Dibuka, Dorong Transformasi Digital Pelaku UMKM )
Aksi ini diikui warga dari Desa Tasikharjo, Desa Purworejo, dan Desa Remen, Kecematan Jenu, Tuban. Perwakilan warga desa ring satu mendesak pihak kontraktor agar mengutamakan tenaga kerja dari warga sekitar.
Tenaga kerja dari warga sekitar juga banyak yang mumpuni untuk pelaksanaan proyek tersebut. Warga membentangkan poster sebagai bentuk protes dan menyampaikan aspirasinya kepada kontraktor yang dinilai tidak peduli dengan warga sekitar. "Pulangkan PT Rekayasa Industri", "Kami Butuh Pekerjaan"
Usai menyampaikan orasi, perwakilan warga dari tiga desa tersebut merangsek masuk menuju kantor kontraktor. Mereka meminta kepastian tenaga kerja seperti yang dijanjikan.
Lihat Juga :