Libur Panjang saat Pandemi COVID-19, Hotel di Bandung Incar Okupansi 40%

loading...
Libur Panjang saat Pandemi COVID-19, Hotel di Bandung Incar Okupansi 40%
Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, salah satu hotel bersejarah di Kota Bandung. Foto/Istimewa
BANDUNG - Pengelola hotel di Kota Bandung mengincar okupansi 40% selama cuti bersama dan libur panjang pada akhir Oktober 2020 yang dimulai Rabu (28/10/2020) hingga Sabtu (31/10/2020).

Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung optimistis target 40% okupansi tersebut tercapai meski saat ini masih pandemi COVID-19. Sebab, seluruh hotel dan objek wisata di Bandung telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (BACA JUGA: 3 Simptasisan KAMI Jabar Jadi Tersangka Baru Penyekapan-Penganiayaan Polisi)

Kepala Disbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, saat ini sudah ada wisatawan yang memesan kamar hotel untuk menginap selama cuti bersama dan libur panjang. (BACA JUGA: Diterpa Pandemi Selama Tujuh Bulan, Peneliti: 80% Warga Mengaku Alami Stres)

"Okupansi hotel diharapkan bisa sampai 40 persen. Mudah-mudahan bisa terpenuhi," kata Kenny kepada wartawan, Rabu (21/10/2020). (BACA JUGA: Tak Perlu Test COVID-19, Nikmati Libur Panjang di Jabar Cukup Penuhi Syarat Ini)



Kenny mengemukakan, Disbudpar Kota Bandung telah mengingatkan kepada para pengusaha pariwisata dan hotel agar disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularanCOVID-19.

Dengan penerapan protokol kesehatan, ujar Kenny, wisatawan akan merasa aman ketika berwisata ke Kota Bandung. "Mereka (para pengelola hotel dan objek wisata) tentu menerapkan protokol kesehatan. SOP (standar operasional prosedur protokol kesehatan COVID-19) hotel sudah ada. Begitu juga SOP di restoran, kafe, dan objek," ujar Kenny.

Selama libur panjang, tutur Kenny, pihaknya beraharap angka kunjungan wisatawan ke Kota Bandung meningkat guna membantu memulihan ekonomi Kota Bandung dari sektor pariwisata. "Mudah-mudahan dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Bandung, ekonomi bergeliat lagi," tutur Kadisbudpar.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top