Pembongkaran Hotel Purajaya Batam Dinilai Rugikan Masyarakat Melayu
Jum'at, 24 Januari 2025 - 18:45 WIB
loading...
Masyarakat melayu mengkritisi langkah pemerintah dalam pengembangan kawasan PSN. Hal itu terlihat dalam pembangunan di kawasan Batam, Kepulauan Riau dengan membongkar Hotel Purajaya, Nongsa, Batam pada 2023 lalu. Foto: Dok Ist
A
A
A
BATAM - Masyarakat Melayu mengkritisi langkah pemerintah dalam pengembangan kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal itu terlihat dalam pembangunan di kawasan Batam, Kepulauan Riau.
Ketua Saudagar Rumpun Melayu Megat Rury Afriansyah mengatakan, saat ini masyarakat Melayu masih memperjuangkan hak-haknya. Dia menyoroti perobohan Hotel Purajaya, Nongsa, Batam pada 2023 lalu.
Baca juga: Unik! Berbentuk Kapal Pesiar, Bangunan Hotel Ini Kini Jadi Salah Satu Ikon Batam
"Apa salahnya dengan Melayu hingga harus membongkar hotel yang sudah dibangun dari tahun 1993 secara paksa?" ujar Rury, Kamis (23/1/2025).
Menurut dia, hotel ini merupakan tempat para tokoh Melayu berkumpul dan merembukkan Provinsi Kepri. Bahkan, Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah menginap di Hotel Purajaya dua kali hingga Provinsi Kepri terbentuk pada 2002.
Ketua Saudagar Rumpun Melayu Megat Rury Afriansyah mengatakan, saat ini masyarakat Melayu masih memperjuangkan hak-haknya. Dia menyoroti perobohan Hotel Purajaya, Nongsa, Batam pada 2023 lalu.
Baca juga: Unik! Berbentuk Kapal Pesiar, Bangunan Hotel Ini Kini Jadi Salah Satu Ikon Batam
"Apa salahnya dengan Melayu hingga harus membongkar hotel yang sudah dibangun dari tahun 1993 secara paksa?" ujar Rury, Kamis (23/1/2025).
Menurut dia, hotel ini merupakan tempat para tokoh Melayu berkumpul dan merembukkan Provinsi Kepri. Bahkan, Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah menginap di Hotel Purajaya dua kali hingga Provinsi Kepri terbentuk pada 2002.
Lihat Juga :