Debat Publik Pilwali Surabaya Tiga Kali, Ini Aturan Mainnya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 14:11 WIB
loading...
Pelaksanaan debat publik Pilwali Kota Surabaya digelar 3 kali. Debat akan dilakukan dengan serangkaian aturan ketat yang harus dipatuhi kedua pasangan calon. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A
A
A
SURABAYA - Pelaksanaan debat publik Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kota Surabaya digelar tiga kali. Debat ini akan dilakukan dengan serangkaian aturan ketat yang harus dipatuhi kedua pasangan calon (paslon).
Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi menuturkan, debat publik pertama digelar 4 November mendatang. Sementara untuk debat kedua dilakukan pada 18 November serta debat pamungkas dilakukan pada 5 Desember. (Baca juga: Cegah Klaster COVID-19, Debat Pilkada Sebaiknya Digelar Virtual)
"Ada tema besarnya di tiap sesi debat. Nanti para panelis juga membaginya ke sub tema," kata Nur Syamsi, Rabu (21/10/2020).
(Baca juga: Ini Lho Persiapan Gibran Jelang Debat Terbuka Pilwalkot Solo)
Ia melanjutkan, para panelis debat publik nanti berasal dari berbagai pakar perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur. Salah satunya panelis dari Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang.
Untuk tema besarnya, katanya, tiap pelaksanaan debat memiliki ciri yang berbeda. Untuk debat pertama nanti tema besarnya berhubungan dengan upaya menyelesaikan persoalan daerah serta memajukannya. Sementara untuk debat kedua nanti tema besarnya berisi seputar kesejahteraan masyarakat.
Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi menuturkan, debat publik pertama digelar 4 November mendatang. Sementara untuk debat kedua dilakukan pada 18 November serta debat pamungkas dilakukan pada 5 Desember. (Baca juga: Cegah Klaster COVID-19, Debat Pilkada Sebaiknya Digelar Virtual)
"Ada tema besarnya di tiap sesi debat. Nanti para panelis juga membaginya ke sub tema," kata Nur Syamsi, Rabu (21/10/2020).
(Baca juga: Ini Lho Persiapan Gibran Jelang Debat Terbuka Pilwalkot Solo)
Ia melanjutkan, para panelis debat publik nanti berasal dari berbagai pakar perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur. Salah satunya panelis dari Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang.
Untuk tema besarnya, katanya, tiap pelaksanaan debat memiliki ciri yang berbeda. Untuk debat pertama nanti tema besarnya berhubungan dengan upaya menyelesaikan persoalan daerah serta memajukannya. Sementara untuk debat kedua nanti tema besarnya berisi seputar kesejahteraan masyarakat.
Lihat Juga :