Diterpa Pandemi Selama Tujuh Bulan, Peneliti: 80% Warga Mengaku Alami Stres
Rabu, 21 Oktober 2020 - 11:34 WIB
loading...
A
A
A
"Bila dibandingkan dengan hasil pemeriksaan sebelumnya yaitu satu bulan setelah COVID-19 atau 7 bulan yang lalu, angkanya meningkat sebesar 17%," kata Teddy, Rabu (21/10/2020).
Untuk mengukur beban stres peserta selama satu tahun terakhir digunakan alat ukur Holmes dan Rahe.
Hasilnya, sebagian atau 50% peserta memiliki Skor Holmes dan Rahe di atas 150. Artinya, mereka sudah mengalami stres. Sementara 40% memiliki Skor Holmes dan Rahe 200-300. Artinya, 50% sudah mengalami gangguan fisik atau psikis.
"Secara mayoritas, nilai di atas 400 atau sebanyak 80% sudah mengalami keluhan fisik dan psikis. Ini akan beresiko menderita jantung coroner, karena ada sebesar 20% mempunyai kepribadian tipe A," beber dia.
Lebih lanjut Teddy menjelaskan, stres disebabkan darurat kesehatan COVID-19. Penyakit ini datang tiba-tiba, menyebar cepat dan dapat berakhir dengan kematian karena belum ada obat atau vaksin.
Untuk mengukur beban stres peserta selama satu tahun terakhir digunakan alat ukur Holmes dan Rahe.
Hasilnya, sebagian atau 50% peserta memiliki Skor Holmes dan Rahe di atas 150. Artinya, mereka sudah mengalami stres. Sementara 40% memiliki Skor Holmes dan Rahe 200-300. Artinya, 50% sudah mengalami gangguan fisik atau psikis.
"Secara mayoritas, nilai di atas 400 atau sebanyak 80% sudah mengalami keluhan fisik dan psikis. Ini akan beresiko menderita jantung coroner, karena ada sebesar 20% mempunyai kepribadian tipe A," beber dia.
Lebih lanjut Teddy menjelaskan, stres disebabkan darurat kesehatan COVID-19. Penyakit ini datang tiba-tiba, menyebar cepat dan dapat berakhir dengan kematian karena belum ada obat atau vaksin.
Lihat Juga :