Bupati Apresiasi Anggota DPRD Kabupaten Luwu
Minggu, 18 Oktober 2020 - 21:19 WIB
loading...
A
A
A
Belanja tidak langsung sebesar Rp812 miliar mengalami penurunan sebesar Rp6,3 miliar atau 0,7% dibandingkan dengan alokasi pada APBD pokok sebesar Rp818,3 miliar.
"Untuk belanja tidak terduga kita tingkatkan alokasinya dari Rp3 miliar menjadi Rp9,7 miliar yang diperuntukan untuk penyediaan anggaran penanganan COVID-19 ," lanjutnya.
Belanja langsung sebesar Rp677,2 miliar mengalami penurunan sebesar Rp32,8 miliar atau 4,6% dibandingkan dengan alokasi pada APBD pokok tahun anggaran 2020 sebesar Rp710 miliar.
Penurunan anggaran belanja langsung akibat refocusing anggaran sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 .
Baca juga: Belanja OPD Luwu Tahun 2021 Ditekankan Fokus pada Kebutuhan Dasar
"Pada sisi penerimaan, pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp38,4 miliar dari dua sumber, yaitu sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (silpa) dan penerimaan piutang daerah," jelas Basmin.
Bupati Luwu dua periode ini menyebutkan, silpa tahun anggaran 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp23,1 miliar atau sebesar 150,7% dibanding target pada APBD pokok sebesar Rp15,3 miliar.
Sementara penerimaan piutang daerah tidak mengalami perubahan, yakni sebesar Rp1,5 miliar. Untuk pengeluaran pembiayaan daerah Rp3 miliar mengalami penurunan sebesar Rp1 miliar atau 25% dibandingkan target pada APBD pokok tahun anggaran 2020 sebesar Rp4 miliar.
"Untuk belanja tidak terduga kita tingkatkan alokasinya dari Rp3 miliar menjadi Rp9,7 miliar yang diperuntukan untuk penyediaan anggaran penanganan COVID-19 ," lanjutnya.
Belanja langsung sebesar Rp677,2 miliar mengalami penurunan sebesar Rp32,8 miliar atau 4,6% dibandingkan dengan alokasi pada APBD pokok tahun anggaran 2020 sebesar Rp710 miliar.
Penurunan anggaran belanja langsung akibat refocusing anggaran sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 tentang refocussing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 .
Baca juga: Belanja OPD Luwu Tahun 2021 Ditekankan Fokus pada Kebutuhan Dasar
"Pada sisi penerimaan, pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp38,4 miliar dari dua sumber, yaitu sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (silpa) dan penerimaan piutang daerah," jelas Basmin.
Bupati Luwu dua periode ini menyebutkan, silpa tahun anggaran 2019 mengalami peningkatan sebesar Rp23,1 miliar atau sebesar 150,7% dibanding target pada APBD pokok sebesar Rp15,3 miliar.
Sementara penerimaan piutang daerah tidak mengalami perubahan, yakni sebesar Rp1,5 miliar. Untuk pengeluaran pembiayaan daerah Rp3 miliar mengalami penurunan sebesar Rp1 miliar atau 25% dibandingkan target pada APBD pokok tahun anggaran 2020 sebesar Rp4 miliar.
(luq)
Lihat Juga :