Penghuni Positif COVID-19, Wyata Guna Bandung Tutup Sementara

loading...
Penghuni Positif COVID-19, Wyata Guna Bandung Tutup Sementara
BRSPDSN Wyata Guna Bandung ditutup sementara karena sejumlah penghuninya positif terpapar COVID-19. Foto/Dok.SINDOnews
BANDUNG - Pengelola Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung, Jalan Pajajaran, Kota Bandung menutup sementara layanan selama 14 hari. Keputusan ini dilakukan lantaran ada sejumlah penghuninya positif COVID-19.

"Benar, kami tutup sementara karena ada sejumlah penghuni positif terpapar virus Corona," kata Kepala BRSPDSN Wyata Guna Bandung Darsono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/10/2020). (Baca juga: Besok Disuntik Vaksin Sinovac, Hengki Tak Khawatir Karena Badan Fit)

Darsono menolak menyebutkan jumlah orang yang terpapar COVID-19 di BRSPDSN Wyata Guna. Dia hanya mengemukakan bahwa sejumlah penghuni BRSPDSN Wyata Guna Bandung diketahui ketika dilakukan rapid test. (Baca juga: Bio Farma Dipercaya Produksi Vaksin COVID-19 Milik CEPI)

Untuk memastikan, dilakukan tes swab kepada seluruh orang di Wyata Guna pada Senin 5 Oktober 2020 lalu. "Hasilnya keluar Selasa 6 Oktober 2020. Ada yang positif. Maka sejak Rabu 7 Oktober 2020 sampai saat ini kami menutup layanan," ujar Darsono.

Selain menutup layanan, tutur Darsono, orang yang positif terinfeksi COVID-19 menjalani isolasi mandiri di balai ataupun di rumah masing-masing. Penutupan layanan dilakukan karena ada beberapa orang yang postif dan diisolasi di balai.

Setelah isolasi berjalan beberapa hari, pihaknya kembali melakukann swab test terhadap orang-orang yang positif. Hasilnya, masih ada satu orang yang positif COVID-19. "Yang terpapar, kami lakukan swab. Alhamdulillah negatif hasilnya, kecuali satu orang yang masih harus menambah isolasi mandiri (karena masih positif). Kan menurut ketentuannya sampai 14 hari," tutur dia.



Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkapkan, Kota Bandung saat ini berada dalam zona oranye penularan COVID-19. Meski masih ada kasus positif, tetapi secara umum penanganan pandemi COViD-19 di Kota Bandung terkendali dengan baik.

"Saya juga bergembira zona merah di pekan sebelumnya sudah bergeser contohnya Kota Bandung sudah oranye KBB sudah oranye jadi di Bandung Raya tak berada lagi zona merah," katanya.
(shf)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top