Layani Semua Segmen, Edelweiss Hospital Bidik Pasien Asuransi dan Umum

loading...
Layani Semua Segmen, Edelweiss Hospital Bidik Pasien Asuransi dan Umum
Edelweiss Hospital berkomitmen membuka semua akses layanan kesehatan baik asuransi atau umum. Target ini seiring rencana Edelweiss yang membidik semua segmen masyarakat. Foto SINDOnews
BANDUNG - Edelweiss Hospital berkomitmen membuka semua akses layanan kesehatan baik asuransi atau umum. Target ini seiring rencana Edelweiss yang membidik semua segmen masyarakat di Kota Bandung.

Direktur Edelweiss Hospital dr. Budi Setiawan Djamhoer MARS mengatakan, pihaknya berkomitmen agar RS bisa diakses oleh semua kalangan melalui program asuransi atau jaminan kesehatan. Pihaknya juga berkomitmen memberikan harga yang terjangkau bagi kalangan menengah.

"Saat ini kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi, sudah ada 17 perusahaan yang bekerjasama. Semoga kedepannya bisa lebih banyak lagi," kata Budi Setiawan Djamhoer, Jumat (16/10/2020). (Baca: Kasus COVID-19 Naik, RSHS Lakukan Pembatasan Aktivitas Rumah Sakit)

Rumah sakit yang dibangun 9 lantai di Jl. Soekarno Hatta 550 ini termasuk rumah sakit tipe C. Memiliki pelayanan spesialis 4 besar, dilengkapi juga dengan pelayanan spesialis penunjang serta beberapa subspesialis fetomaternal, paru, ginjal, hipertensi, dan rheumatologi.



Selain itu didukung juga oleh pelayanan ruang intensif dengan kualifikasi konsultan intensif dan kardiovaskuler. "Layanan unggulan kami saat ini ada 5, yaitu Mother Child and Care, Diabetic Center, Clinical Nutrition & Aesthetic Specialistic, Bedah Minimal Invasif, serta Radiologi Intervensi," ujar dia. (Baca: Kasus COVID-19 Naik, RSHS Lakukan Pembatasan Aktivitas Rumah Sakit)

Dia menjelaskan, Edelweiss Hospital hadir untuk memberikan pelayanan medis terpadu dengan fasilitas yang lengkap. Dengan konsep tersebut Edelweiss Hospital menerapkan berbagai inovasi dalam layanannya.

"Terkait pandemik kami menerapkan contactless dengan pasien, mulai dari pengaturan akses masuk, penetapan zonasi yang bebas dan terbatas, skrining secara digital, barcode untuk informasi pengganti manual hingga pemberian resep langsung online ke bagian farmasi," tutup dia.
(don)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top