Penjualan Mobil di Jawa Timur Terpuruk Akibat COVID-19
Kamis, 15 Oktober 2020 - 15:25 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Pandemi COVID-19 mengakibatkan industri otomotif di Jawa Timur babak belur. Sepanjang Januari hingga September 2020, mobil terjual hanya 53.848 unit. Capaian tersebut turun 44% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 96.781 unit.
Data tersebut disampaikan Director of Sales and Marketing PT United Motors Centre (UMC), salah satu dealer penjualan mobil Suzuki wilayah Jatim, Fredy Teguh.
Menurut Fredy, penjualan mulai turun mulai April 2020. Saat itu, hampir semua lembaga pembiayaan seperti leasing mengurangi persetujuan pengajuan kredit mobil. Sebab, COVID-19 diprediksi berimbas pada pertumbuhan ekonomi.
"Kemudian ada kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Penjualan semakin seret. Bagaimana tidak, kan masyarakat disuruh diam di rumah," katanya, Kamis (15/10/2020).
(Baca juga: Khofifah Bersyukur RSUD dr Soetomo Raih Penghargaan RS Paling Berkomitmen JKN )
Penjualan, kata dia, mulai menunjukkan grafik kenaikan pada Juli 2020. Saat itu pemerintah sudah tidak lagi menerapkan PSBB. Pemerintah juga berupaya agar ekonomi bisa kembali pulih. Sejumlah sektor usaha yang sebelumnya dilarang buka, sudah mulai beroperasi. "Kami harap penjualan bisa tetap tumbuh hingga akhir tahun ini," ujarnya.
Disisi lain, pandemi COVID-19 juga membawa nafas segar bagi UMC. Pasalnya, penjualan Suzuki Carry sepanjang Januari – September 2020 mengalami kenaikan signifikan. Selama periode tersebut, penjualan Suzuki Carry sebanyak 6.597 unit.
Data tersebut disampaikan Director of Sales and Marketing PT United Motors Centre (UMC), salah satu dealer penjualan mobil Suzuki wilayah Jatim, Fredy Teguh.
Menurut Fredy, penjualan mulai turun mulai April 2020. Saat itu, hampir semua lembaga pembiayaan seperti leasing mengurangi persetujuan pengajuan kredit mobil. Sebab, COVID-19 diprediksi berimbas pada pertumbuhan ekonomi.
"Kemudian ada kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Penjualan semakin seret. Bagaimana tidak, kan masyarakat disuruh diam di rumah," katanya, Kamis (15/10/2020).
(Baca juga: Khofifah Bersyukur RSUD dr Soetomo Raih Penghargaan RS Paling Berkomitmen JKN )
Penjualan, kata dia, mulai menunjukkan grafik kenaikan pada Juli 2020. Saat itu pemerintah sudah tidak lagi menerapkan PSBB. Pemerintah juga berupaya agar ekonomi bisa kembali pulih. Sejumlah sektor usaha yang sebelumnya dilarang buka, sudah mulai beroperasi. "Kami harap penjualan bisa tetap tumbuh hingga akhir tahun ini," ujarnya.
Disisi lain, pandemi COVID-19 juga membawa nafas segar bagi UMC. Pasalnya, penjualan Suzuki Carry sepanjang Januari – September 2020 mengalami kenaikan signifikan. Selama periode tersebut, penjualan Suzuki Carry sebanyak 6.597 unit.
Lihat Juga :