Miris, Kondisi Pasar di PALI yang Dibangun dengan Miliaran Rupiah Terbengkalai

loading...
Miris, Kondisi Pasar di PALI yang Dibangun dengan Miliaran Rupiah Terbengkalai
Akibat bertahun tak kunjung dimanfaatkan sebagaimana mestinya, kini areal tersebut menjelma menjadi semak belukar dan terkesan angker. Foto/SINDOnews/Bisrun
PALI - Kondisi bangunan Pasar Rakyat Desa Betung Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), memprihatinkan.

Akibat bertahun tak kunjung dimanfaatkan sebagaimana mestinya, kini areal tersebut menjelma menjadi semak belukar dan terkesan angker.

Usai dibangun pada kisaran 2018 lalu, gedung Pasar Rakyat Betung merupakan salah satu dari 12 pasar rakyat yang dibangun serentak di PALI, menggunakan anggaran APBN melalui Tugas Pembantuan (TP) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp5 miliar, hingga kini tak kunjung dipergunakan sebagai tempat jual beli masyarakat.

Melihat langsung kondisi tersebut, (12/10/2020), akses masuk ke sana dapat melalui jalan di depan SDN 2 Abab relatif kecil, menyusuri jalan hingga sekitar 2 kilometer ke ujung kawasan pemukiman. Bangunan pasar rakyat Desa Betung, terletak di tengah perkebunan karet.



Kesan pertama saat tiba di lokasi, kondisi bangunan nampak memprihatinkan. Di sekililingnya dipenuhi tumbuhan liar hingga melampaui tinggi orang dewasa.

Beberapa rumput telah merambat ke teras kios yang beberapa pintunya sudah tak terkunci lagi. “Jika terus dibiarkan tanpa perawatan, maka bangunan ini akan lapuk kemudian rusak. Seperti Anda lihat sendiri, nampak plafon sudah ada yang jebol,” tutur Ishak, warga setempat.

Ishak mengaku heran, apa yang menyebabkan bangunan pasar yang terdiri dari beberapa kios dan los itu, tak juga kunjung dimanfaatkan. Sementara, pasar kalangan yang aktif selama ini masih berupa los semi permanen. (Baca juga: Periksa Tiga Bus, Polisi Temukan Selusin Motor Diduga Hasil Curian)



“Uang negara yang dipakai untuk membangun pasar itu sudah banyak dikucurkan. Namun, belum ada azaz manfaatnya sama sekali. Terhitung sudah 2 tahun ini dibiarkan kosong saja. Jika tahu begitu, lebih baik uangnya dibagi saja untuk masyarakat, kan lebih bermanfaat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Betung, Suparman, ketika dimintai informasinya, mengaku tidak tahu menahu perihal pasar itu. Baik soal sebelum pembangunan, saat proses pekerjaan, hingga selesai ini. Ia bahkan, terkesan tak mau membahas hal itu panjang lebar. (Baca juga: Ngeri, Guru Honorer Ini Nyaris Diperkosa Tetangga Sendiri)

“Saya tidak tahu apa-apa soal pasar itu. Namun, baik masyarakat maupun pedagang tidak mau pindah ke sana. Kalau soal lahannya, baiknya tanya saja sama yang bersangkutan, yaitu Haji Sopa dan Disperindag PALI,” katanya.
(boy)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top