Demi Sabu-sabu, Ayah Durhaka Tega Jual Anak Kandung yang Masih Bayi
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 20:40 WIB
loading...
Supriadi alias Dedek saat berada di Kantor Kelurahan Pekan Labuhan, Medan Labuhan.Foto/iNews/Rusli. HR
A
A
A
MEDAN - Sudah pengangguran, ketagihan sabu-sabu pula, itulah kelakuan buruk Supriadi alias Dedek (23) ayah satu anak asal Tanjung Balai Asahan yang sekarang berdomisili di Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.
(Baca juga: Dua Kurir Narkoba Asal Aceh Utara Ditangkap di Medan, 1 Kg Sabu Disita Polisi)
Untuk memuaskan keinginan nyabunya, ayah durhaka itu tega menjual anaknya yang baru berusia 6 bulan. Beruntung, niat jahatnya tersebut terbongkar sehingga anaknya gagal dijual.
(Baca juga: 14 Anggota Polisi Mengalami Luka Pasca-Pengamanan Demo di Medan)
Dedek diamankan Kepala Lingkungan 23 ke Kantor Kelurahan Pekan Labuhan, Sabtu (10/10/2020) siang. Pasalnya, khawatir akan dimassa warga karena tega akan enjual anak kandungnya yang masih berusia enam bulan.
Di kantor Kelurahan Pekan Labuhan ketika wartawan mengkonfirmasikan tentang Dedek akan mau menjual anaknya, semula dia tidak mengaku. Namun setelah didesak, barulah Dedek mengaku menjual anaknya karena ekonomi.
Dedek mengaku selama berdomisili di Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan, dia mulai terpengaruh memakai narkoba jenis sabu. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, dia terpaksa mejual anaknya kepada seseorang dengan harga Rp30 juta.
(Baca juga: Dua Kurir Narkoba Asal Aceh Utara Ditangkap di Medan, 1 Kg Sabu Disita Polisi)
Untuk memuaskan keinginan nyabunya, ayah durhaka itu tega menjual anaknya yang baru berusia 6 bulan. Beruntung, niat jahatnya tersebut terbongkar sehingga anaknya gagal dijual.
(Baca juga: 14 Anggota Polisi Mengalami Luka Pasca-Pengamanan Demo di Medan)
Dedek diamankan Kepala Lingkungan 23 ke Kantor Kelurahan Pekan Labuhan, Sabtu (10/10/2020) siang. Pasalnya, khawatir akan dimassa warga karena tega akan enjual anak kandungnya yang masih berusia enam bulan.
Di kantor Kelurahan Pekan Labuhan ketika wartawan mengkonfirmasikan tentang Dedek akan mau menjual anaknya, semula dia tidak mengaku. Namun setelah didesak, barulah Dedek mengaku menjual anaknya karena ekonomi.
Dedek mengaku selama berdomisili di Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan, dia mulai terpengaruh memakai narkoba jenis sabu. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, dia terpaksa mejual anaknya kepada seseorang dengan harga Rp30 juta.
Lihat Juga :