Edisi Perdana DCDC Pengadilan Musik Virtual Seret Ardhito Pramono ke Kursi Terdakwa
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Dhito jujur bercerita tentang "kebiasaan minum" lewat Plaza Avenue. Namun lagu itu juga bertutur tentang cinta dan rayuan kepada kekasih.
EP Craziest Thing Happened in My Backyard ditutup dengan Happy. Lewat Happy, Dhito bernyanyi tentang penyesalan dan mempertanyakan diri sendiri apakah telah bisa membahagiakan orang tercinta atau belum.
Tim DCDC Pengadilan Musik telah membidik Ardhito Pramono menjadi bintang tamu pertama edisi virtual, sejak setahun lalu. Namun pandemi COVID-19 menyebabkan rencana "menyeret" Ardhito Pramon ke kursi terdakwa di acara reguler Pengadilan Musik, tertunda.
Marketing Manager Djarum Cokelat Agus Dani Hartono mengatakan, kehadiran Dhito pada DCDC Pengadilan Musik virtual bisa memberikan kejutan bagi Cokelat Friends -sebutan bagi penonton Pengadilan Musik- di rumah.
"Pengadilan musik reguler digelar setiap bulannya dengan bintang tamu para musisi. Disebabkan pandemi COVID-19, kegiatan tersebut berhenti selama 8 bulan dan dibuat virtual," kata Dani.
Meski digelar virtual, ujar Dani, DCDC Pengadilan Musik tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jumlah penonton yang hadir sangat dibatasi.
Hanya tamu undangan dan kru produksi yang boleh datang ke lokasi. Acara ditayangkan secara live streaming melalui kanal YouTube 'DCDC TV'.
"Setelah delapan bulan libur, menghadapi pandemi, kami harus siapkan strategi. Untuk kali ini dibuat sedikit berbeda di studio, virtual, dan tidak terbuka untuk umum. Tentu dengan protokol kesehatan, kami akan lihat evaluasinya dari episode ini untuk kegiatan di bulan berikutnya," pungkas Dani.
EP Craziest Thing Happened in My Backyard ditutup dengan Happy. Lewat Happy, Dhito bernyanyi tentang penyesalan dan mempertanyakan diri sendiri apakah telah bisa membahagiakan orang tercinta atau belum.
Tim DCDC Pengadilan Musik telah membidik Ardhito Pramono menjadi bintang tamu pertama edisi virtual, sejak setahun lalu. Namun pandemi COVID-19 menyebabkan rencana "menyeret" Ardhito Pramon ke kursi terdakwa di acara reguler Pengadilan Musik, tertunda.
Marketing Manager Djarum Cokelat Agus Dani Hartono mengatakan, kehadiran Dhito pada DCDC Pengadilan Musik virtual bisa memberikan kejutan bagi Cokelat Friends -sebutan bagi penonton Pengadilan Musik- di rumah.
"Pengadilan musik reguler digelar setiap bulannya dengan bintang tamu para musisi. Disebabkan pandemi COVID-19, kegiatan tersebut berhenti selama 8 bulan dan dibuat virtual," kata Dani.
Meski digelar virtual, ujar Dani, DCDC Pengadilan Musik tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jumlah penonton yang hadir sangat dibatasi.
Hanya tamu undangan dan kru produksi yang boleh datang ke lokasi. Acara ditayangkan secara live streaming melalui kanal YouTube 'DCDC TV'.
"Setelah delapan bulan libur, menghadapi pandemi, kami harus siapkan strategi. Untuk kali ini dibuat sedikit berbeda di studio, virtual, dan tidak terbuka untuk umum. Tentu dengan protokol kesehatan, kami akan lihat evaluasinya dari episode ini untuk kegiatan di bulan berikutnya," pungkas Dani.
(awd)
Lihat Juga :