Kolaborasi Fintech Lending dan Perbankan Bantu Pemulihan Ekonomi
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, jumlah yang dikucurkan Bank Sampoerna cukup signifikan. Dia berharap bisa membantu masyarakat yang akan memulai usaha kecil mereka untuk mendapatkan pendanaan dengan cepat dan bertanggung jawab. “Kami berharap kerja sama dengan Bank Sampoerna ini dapat segera membantu masyarakat yang membutuhkan dana untuk membuka usaha di tengah pandemi,” lanjutnya.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, kontribusi UMKM terhadap ekonomi pada 2020 hingga 2024 sebelum adanya COVID-19 diprediksi berkontribusi sebesar 18% terhadap ekspor dari target 2020 dan di 2024 kontribusi UMKM ditargetkan mencapai 30,2%. Kemudian untuk kontribusi terhadap PDB nasional di 2020 ditargetkan 61%, dan 2024 ditargetkan mencapai 65%.
(Baca juga: Sumur.id dan Solusi Kita Menyambut Bulan Inklusi Keuangan Secara Daring )
Jika melihat dari data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis Juli 2020, akumulasi penyaluran pinjaman nasional melalui fintech lending berizin dan terdaftar di OJK naik sebesar 153,23% (YOY) atau sebesar Rp 113,46 triliun, jumlah akumulasi rekening borrower secara nasional naik 164,46% (YOY) atau sebanyak 25.768.329 entitas, dan juga jumlah rekening lender keseluruhan naik 32,15% (YOY) atau sebanyak 659.186 entitas.
Sementara, SVP Head of Corporate Affairs UangTeman Roberto Sumabrata menjelaskan kerja sama ini sebagai salah satu upaya mendorong penyaluran kredit sekaligus mitigasi risiko melalui kemapanan infrastruktur digital yang dimiliki fintech lending. Kerja sama seperti ini juga dapat menjadi contoh baik untuk industri perbankan dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, kontribusi UMKM terhadap ekonomi pada 2020 hingga 2024 sebelum adanya COVID-19 diprediksi berkontribusi sebesar 18% terhadap ekspor dari target 2020 dan di 2024 kontribusi UMKM ditargetkan mencapai 30,2%. Kemudian untuk kontribusi terhadap PDB nasional di 2020 ditargetkan 61%, dan 2024 ditargetkan mencapai 65%.
(Baca juga: Sumur.id dan Solusi Kita Menyambut Bulan Inklusi Keuangan Secara Daring )
Jika melihat dari data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis Juli 2020, akumulasi penyaluran pinjaman nasional melalui fintech lending berizin dan terdaftar di OJK naik sebesar 153,23% (YOY) atau sebesar Rp 113,46 triliun, jumlah akumulasi rekening borrower secara nasional naik 164,46% (YOY) atau sebanyak 25.768.329 entitas, dan juga jumlah rekening lender keseluruhan naik 32,15% (YOY) atau sebanyak 659.186 entitas.
Sementara, SVP Head of Corporate Affairs UangTeman Roberto Sumabrata menjelaskan kerja sama ini sebagai salah satu upaya mendorong penyaluran kredit sekaligus mitigasi risiko melalui kemapanan infrastruktur digital yang dimiliki fintech lending. Kerja sama seperti ini juga dapat menjadi contoh baik untuk industri perbankan dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia.
Lihat Juga :