634 Pengunjuk Rasa Penolak Omnibus Law Diamankan Polisi

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 07:34 WIB
loading...
634 Pengunjuk Rasa Penolak...
Massa buruh penolak UU Omnibus Law sudah memadati Jalan A Yani Surabaya, Kamis (8/10/2020). Foto: DOK SINDOnews/Aan Haryono
A A A
SURABAYA - Sebanyak 634 pengunjuk rasa anarkistis dalam aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja diamankan polisi. Rinciannya, 505 orang berasal dari Surabaya.

Massa itu diamankan polisi dari tiga lokasi demonstrasi, yakni Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim) dan Gedung DPRD Surabaya . Kemudian 129 orang lainnya dari Kota Malang, tepatnya di bundaran Tugu, depan gedung DPRD dan Balai Kota Malang,

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya akan mendalami masing-masing peran pengunjuk rasa dalam aksi tersebut. Dalam penangkapan ini, pelaku terancam Pasal 406 KUHP tentang perusakan fasilitas umum. Sebelum diproses hukum, para demonstran akan menjalani rapid test dan pemeriksaan swab.

"Jika positif kita akan lakukan karantina, kemudian proses selanjutnya kita lakukan penegakan hukum," kata Truno, Jumat (9/10/2020).(Baca juga : Puluhan Ribu Buruh Bergerak Dari Ahmad Yani Menuju Gedung Grahadi )

Diketahui, aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Gedung Negara Grahadi Surabaya di Jalan Gubernur Suryo, Kamis (9/10/2020) berlangsung ricuh. Massa melempari polisi dengan botol, kayu dan kaca. Massa juga merusak lampu, water berrier, tiang rambu. Pintu gerbang Gedung Negara Grahadi, baik sisi barat maupun timur juga dijebol massa. Polisi lantas menembakkan gas air mata dan mengerahkan water canon guna membubarkan massa.

Aksi serupa di Kota Malang, juga diwarnai kericuhan. Pendemo melempari gedung DPRD dengan batu dan benda-benda lainnya. Kericuhan berawal saat massa aksi dari berbagai elemen mulai berkumpul di bundaran Tugu, yang lokasinya di depan gedung DPRD dan Balai Kota Malang.(Baca juga : Tagihan Gas Bumi Melejit, Penghuni Rusun Menjerit )

Sekelompok massa di sudut barat laut gedung DPRD Kota Malang mulai merusak kawat berduri yang dipasang untuk mengamankan aksi demo. Massa akhirnya dibubarkan polisi.
(nun)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDGI Minta Pembahasan...
PDGI Minta Pembahasan RUU Kesehatan Dihentikan Dahulu
Penyesuaian UU Cipta...
Penyesuaian UU Cipta Kerja, Pemkot Bandung Harus Ubah 40 Perda
Tidak Berjalan Sesuai...
Tidak Berjalan Sesuai Amanat UU, Buruh di Bandung Barat Keluhkan LKS Tripartit
Ajukan Judicial Review...
Ajukan Judicial Review UU Ciptaker, Ribuan Buruh Jabar Berangkat ke Jakarta
BEM Nusantara Beri Pandangan...
BEM Nusantara Beri Pandangan Mahasiswa Soal Omnibus Law
Demonstran Mulai Bergerak,...
Demonstran Mulai Bergerak, Jalur Sidoarjo-Surabaya Macet
Dramatis! Polisi Kejar-Kejaran...
Dramatis! Polisi Kejar-Kejaran Tangkap Gengster di Surabaya, 3 Remaja Diamankan
Kecelakaan Mengerikan!...
Kecelakaan Mengerikan! Kontainer Jatuh Timpa Pemotor di Surabaya
Ribuan Pemudik Tiba...
Ribuan Pemudik Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Rekomendasi
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Berita Terkini
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
3 Satuan Pendidikan...
3 Satuan Pendidikan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Punya Dampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Infografis
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved