Diberi Tenggat Waktu Sebulan, DLH Ancam Tutup RPH Mappaodang
Rabu, 07 Oktober 2020 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, dihubungi terpisah Perwakilan CV Daeng Fadli membantah adanya aktivitas pencemaran tersebut, menurutnya pihaknya telah melakukan penyaringan limbah dan aktivitas pemotongan sesuai regulasi.
"Nda ada persoalan, darahnya disimpan nda merah-merah amat, sebagian kecil aja pak (yang mengalir ke drainase)," ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemotongan hingga 300 ekor per harinya tidak sesuai dengan tudingan yang hingga 700 ekor pemotongan , Selain itu Fadli mengatakan sumber darah tersebut sepenuhnya tak murni dari RPH CV Daeng melainkan ada juga yang berasal dari pedagang di samping lokasi pemotongan.
Baca Juga: Rampung Tahun Ini, RPH Tamangapa Berkapasitas Ratusan Ekor Tiap Hari
Dia menuding ada pihak yang tidak suka dengan usaha pemotongan tersebut sehingga melaporkannya ke pemerintah kota.
"Di sana itu banyak aktivitas pasar, jadi kalau ada apa-apa kita yang dimintai pertanggungjawabannya, padahal (pedagang) dia di sana liar-liar aja pak," ucapnya.
"Nda ada persoalan, darahnya disimpan nda merah-merah amat, sebagian kecil aja pak (yang mengalir ke drainase)," ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya hanya melakukan pemotongan hingga 300 ekor per harinya tidak sesuai dengan tudingan yang hingga 700 ekor pemotongan , Selain itu Fadli mengatakan sumber darah tersebut sepenuhnya tak murni dari RPH CV Daeng melainkan ada juga yang berasal dari pedagang di samping lokasi pemotongan.
Baca Juga: Rampung Tahun Ini, RPH Tamangapa Berkapasitas Ratusan Ekor Tiap Hari
Dia menuding ada pihak yang tidak suka dengan usaha pemotongan tersebut sehingga melaporkannya ke pemerintah kota.
"Di sana itu banyak aktivitas pasar, jadi kalau ada apa-apa kita yang dimintai pertanggungjawabannya, padahal (pedagang) dia di sana liar-liar aja pak," ucapnya.
Lihat Juga :