Tuntut Cabut Izin Tambang, Nelayan Goreng Ikan Asin di Depan Kantor PT Timah
Selasa, 06 Oktober 2020 - 14:43 WIB
loading...
Nelayan menggelar lesehan dan makan bersama di depan gerbang masuk PT Timah, dengan menggoreng ikan asin dan masak nasi di sana. iNews TV/Haryanto
A
A
A
PANGKALPINANG - Ratusan nelayan Kabupaten Bangka Selatan menyerbu kantor pusat PT Timah Tbk, di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, Selasa (6/10/2020).
Mereka datang untuk bertemu langsung dengan Direktur PT Timah, guna menyampaikan aspirasi masyarakat menolak tambang timah laut , di kawasan Sukadamai Toboali dan sekitarnya.
Namun, hingga siang keinginan nelayan tidak terpenuhi. Mereka malah tidak bisa masuk ke kantor dan terpaksa berorasi di depan pintu masuk perusahaan plat merah tersebut dengan penjagaan ketat aparat kepolisian.
Pantang mundur nelayan tetap bertahan di kantor PT Timah, sampai keinginan mereka terpenuhi. Nelayan bahkan menggelar lesehan dan makan bersama di depan gerbang masuk PT Timah, dengan menggoreng ikan asin dan masak nasi di sana.
Sementara, sejumlah pengawai PT Timah hanya mengamati pengunjuk rasa dari halaman kantor di belakang aparat yang mengawal jalannya aksi.
"Rencananya aksi ini sampai hari Kamis sesuai dengan surat pemberitahuan kita. Sebenarnya kita sudah tiba sore kemarin dan semalam nginap di pertigaan jalan pulau Pelepas Kantor Gubernur," kata koordinator aksi, Joni Zuhri.
Menurutnya, aksi nelayan yang mempertahankan wilayah mereka dari cengkeraman aktivitas pertambangan bukan kali pertama dilakukan.
Hal itu dilakukan karena penambangan telah merenggut penghasilan mereka yang mengandalkan laut untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Mereka datang untuk bertemu langsung dengan Direktur PT Timah, guna menyampaikan aspirasi masyarakat menolak tambang timah laut , di kawasan Sukadamai Toboali dan sekitarnya.
Namun, hingga siang keinginan nelayan tidak terpenuhi. Mereka malah tidak bisa masuk ke kantor dan terpaksa berorasi di depan pintu masuk perusahaan plat merah tersebut dengan penjagaan ketat aparat kepolisian.
Pantang mundur nelayan tetap bertahan di kantor PT Timah, sampai keinginan mereka terpenuhi. Nelayan bahkan menggelar lesehan dan makan bersama di depan gerbang masuk PT Timah, dengan menggoreng ikan asin dan masak nasi di sana.
Sementara, sejumlah pengawai PT Timah hanya mengamati pengunjuk rasa dari halaman kantor di belakang aparat yang mengawal jalannya aksi.
"Rencananya aksi ini sampai hari Kamis sesuai dengan surat pemberitahuan kita. Sebenarnya kita sudah tiba sore kemarin dan semalam nginap di pertigaan jalan pulau Pelepas Kantor Gubernur," kata koordinator aksi, Joni Zuhri.
Menurutnya, aksi nelayan yang mempertahankan wilayah mereka dari cengkeraman aktivitas pertambangan bukan kali pertama dilakukan.
Hal itu dilakukan karena penambangan telah merenggut penghasilan mereka yang mengandalkan laut untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Lihat Juga :