Ekonomi Merosot, Pemerintah Harus Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat
Rabu, 06 Mei 2020 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
"Saya kira realisasi Produk Domestik Bruto di kuartal I 2020 yang tumbuh 2,79% benar-benar mengejutkan karena di bawah ekspektasi maupun konsensus ekonom, di sekitar 3,5%-4,5%," kata dia.
Ryan mencermati yang paling kentara adalah turunnya konsumsi rumah tangga, yang jauh di bawah 5%, tepatnya diangka 3%.
"Juga pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan belanja pemerintah, serta ekspor-impor, semuanya melemah. Sektor ekonominya pun demikian, dimana sektor primer seperti pertanian melemah, lalu sektor sekunder seperti perdagangan, manufaktur, industri dan konstruksi juga melemah," kata dia.
Ryan pun melanjutkan hampir pasti proyeksi PDB di kuartal II 2020 cenderung akan lebih rendah (berkisar 1,5%) dibanding realisasi kuartal I ini.
"Yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah realisasi PDB kuartal I itu terjadi ketika pandemi Covid-19 belum begitu merasuki perekonomian Indonesia, dengan kebijakan restriktif seperti working from home, social distancing dan PSBB," pungkas dia.
Ryan mencermati yang paling kentara adalah turunnya konsumsi rumah tangga, yang jauh di bawah 5%, tepatnya diangka 3%.
"Juga pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan belanja pemerintah, serta ekspor-impor, semuanya melemah. Sektor ekonominya pun demikian, dimana sektor primer seperti pertanian melemah, lalu sektor sekunder seperti perdagangan, manufaktur, industri dan konstruksi juga melemah," kata dia.
Ryan pun melanjutkan hampir pasti proyeksi PDB di kuartal II 2020 cenderung akan lebih rendah (berkisar 1,5%) dibanding realisasi kuartal I ini.
"Yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah realisasi PDB kuartal I itu terjadi ketika pandemi Covid-19 belum begitu merasuki perekonomian Indonesia, dengan kebijakan restriktif seperti working from home, social distancing dan PSBB," pungkas dia.
(nth)
Lihat Juga :