Kasus 5 Ton BBM Ilegal di Selat Singapura, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

loading...
Kasus 5 Ton BBM Ilegal di Selat Singapura, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
Dua tersangka Tersangka Krismion dan Amin (tengah) diapit petugas Ditpolairud Polda Kepri. (Foto: SINDONews/Dicky)
BATAM - Pihak Kepolisian menetapkan 2 orang tersangka dalam kasus BBM ilegal jenis solar sebanyak 5 Ton yang terjadi pada Kamis (1/10/20) kemarin.

Penyidik Subditgakkum Ditpolairud telah melaksanakan gelar perkara tentang Minyak dan Gas Bumi atau Pelayaran dan/atau Pertolongan Jahat terhadap Kapal KM.Tanpa Nama yang dinakhodai oleh Krismion Ginting. BACA JUGA : Kapal Pengangkut Solar Ilegal Ditangkap di Selat Singapura

Kasubditgakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Wiwit Arie Wibisono mengatakan, setelah dilakukan pengembangan bahwa nahkoda di perintah dan hasil "kencingan" minyaknya dijual kepada Amin. "Jadi saat dikembangkan sampai kepada pemilik kapal dan atau dugaan diperintah oleh Amin," ujarnya Sabtu (3/10/20).

Dijelaskannya, Krismion selaku nakhoda KM Tampa Nama dan Amin diduga melakukan tindak pidana tentang Pelayaran dan/atau Minyak dan Gas Bumi dan/atau Pertolongan Jahat sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 323 Ayat (1) jo pasal 219 Ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan/atau pasal 53 huruf d, Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi dan/atau Pasal 480 ke – 1 jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana. "Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini," pungkasnya. BACA JUGA : Polda Kepri Musnahkan Sabu-sabu Hasil Penindakan Dua Kasus

(zai)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top