Bea Cukai Surakarta Musnahkan BNM Senilai Rp1,1 Miliar
Kamis, 01 Oktober 2020 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya dimusnahkan dengan dipecah untuk MMEA dan dilakukan perusakan untuk HPTL EET, anak panah, part senjata dan personal effect sehingga tidak dapat dipergunakan atau sudah tidak memiliki nilai ekonomis.
Dalam pemusnahan BMN hari ini, total perkiraan nilai barang sebesar Rp1.183.137.460,00 dengan potensi nilai cukai sebesar Rp600.861.339,00. (Baca juga: Kota Semarang Masuk Penilaian Program Gerakan Menuju Smart City)
Sedangkan untuk penegahan barang impor melalui Kantor Pos Lalu Bea Solo dan Bandara Adi Soemarmo, total nilai barang sebesar Rp103.720.000,00. (Baca juga: Dana Kampanye Pilkada Kabupaten Semarang 2020, KPU Batasi Maksimal Rp31,9 Miliar)
Tujuan dari kegiatan pemusnahan yang dilakukan hari ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan, moral, dan ketertiban masyarakat pada umumnya.
Selain itu, kesehatan masyarakat juga turut menjadi perhatian bagi Bea Cukai Surakarta dan langkah ini menjadi upaya nyata untuk semakin menggerus peredaran BKC ilegal serta menciptakan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat dan pengusaha yang taat terhadap ketentuan di bidang Kepabeanan dan Cukai, yang akhirnya berimbas pada meningkatnya penerimaan negara.
Dalam pemusnahan BMN hari ini, total perkiraan nilai barang sebesar Rp1.183.137.460,00 dengan potensi nilai cukai sebesar Rp600.861.339,00. (Baca juga: Kota Semarang Masuk Penilaian Program Gerakan Menuju Smart City)
Sedangkan untuk penegahan barang impor melalui Kantor Pos Lalu Bea Solo dan Bandara Adi Soemarmo, total nilai barang sebesar Rp103.720.000,00. (Baca juga: Dana Kampanye Pilkada Kabupaten Semarang 2020, KPU Batasi Maksimal Rp31,9 Miliar)
Tujuan dari kegiatan pemusnahan yang dilakukan hari ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan, moral, dan ketertiban masyarakat pada umumnya.
Selain itu, kesehatan masyarakat juga turut menjadi perhatian bagi Bea Cukai Surakarta dan langkah ini menjadi upaya nyata untuk semakin menggerus peredaran BKC ilegal serta menciptakan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat dan pengusaha yang taat terhadap ketentuan di bidang Kepabeanan dan Cukai, yang akhirnya berimbas pada meningkatnya penerimaan negara.
(boy)
Lihat Juga :