Kapolres Bima Kota Tenangkan Warga yang Tak Terima Keluarganya Meninggal Divonis COVID

Selasa, 29 September 2020 - 20:17 WIB
loading...
Kapolres Bima Kota Tenangkan Warga yang Tak Terima Keluarganya Meninggal Divonis COVID
Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono menenangkan keluarga salah satu pasien. Foto/Istimewa
A A A
BIMA - Warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengamuk setelah satu anggota keluarganya, NR (55) dinyatakan meninggal akibat positif terpapar COVID-19.

Mereka menolak jenazah NR dipulangkan dengan penerapan protokoler kesehatan pencegahan COVID-19. Tidak hanya itu, pihak keluarga merangsek masuk ke ruangan untuk mengambil jasad NR secara paksa. (BACA JUGA: "Mobil Goyang" di Halaman Masjid Raya Hebohkan Warga Sidimpuan )

Melihat situasi kurang baik tersebut, Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono meluncur ke lokasi kejadian guna meredam emosi keluarga NR. Kapolres juga berhasil menghalau keluarga NR yang ngotot hendak membawa paksa pasien COVID-19 itu. (BACA JUGA: Unik, Nama Bayi ini Berasal dari Game Kesukaan Ayahnya )

Untuk menghindari reaksi negatif, Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo menemui keluarga pasien di ruang isolasi RSUD Bima dan memberikan pengertian. Akhirnya keluarga sepakat atas arahan Kapolres untuk tetap diberlakukan protokol kesehatan COVID-19. (BACA JUGA: Pascademo Pedagang, Pemkot Bandung Akhirnya Cabut Buka Tutup Jalan Ottista )

Keluarga juga diizinkan untuk memandikan jenazah almarhumah NR namun menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap dan di bawah pengawasan petugas. Kapolres juga mengingatkan agar keluarga pasien NR tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada di pemakaman.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jenazah pasien COVID-19 dibawa ke rumah duka dengan protokol kesehatan COVID-19 menggunakan mobil ambulans dan dikawal aparat keamanan.

Pasien NR mulai dirawat di rumah sakit sejak Senin (28/9/2020) sore setelah terjatuh di kamar mandi dengan kondisi sesak napas. Setelah sempat mendapat perawatan intensif, akhirnya meninggal dunia hari ini, Selasa (29/9/2020) sore.

Namun sebelumnya pasien sempat dilakukan rapid test sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan hasil reaktif. Pemeriksaan dilanjutkan dengan tes swab dengan hasil positif terpapar COVID-19. Dengan meninggalnya pasien NR, jumlah warga Kota Bima yang meninggal akibat terpapar COVID-19 kini menjadi 3 orang.
(awd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2177 seconds (11.97#12.26)