Pak Bupati Raja Ampat Tolong Cek Pasien COVID-19 Diisolasi di RSUD Waisai 'Ditelantarkan'
Minggu, 27 September 2020 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
“Selamat siang bapak Sekda, Bapak Bupati dan seluruh tim Satgas COVID-19, saya Oktovina Tonapa, saya tim medis dari rumah sakit RSUD Raja Ampat, saya bagian laboraatorium, saya terkonfirmasi covid, dan saya masuk kesini sejak empat hari lalu. Kami pertama masuk, kondisi kami keadaannya sangat menderita pak. Pertama kami masuk, kami harus membersihkan ruangan, kami harus membersihkan tempat tidur, bersihkan semuanya, dan kami juga tidak dapat dikunjungi dokter. Dokter satupun tidak ada yang mengunjungi kami,” sebut Oktovina dalam videonya tersebut.( BACA JUGA: Mencekam, Suasana Kamar Ganti Chelsea Setelah Kebobolan Tiga Gol)
Dalam video itu, tersebut, Oktovina Tonapa menggambarkan kondisi terkini 12 pasien yang dirawat di ruang isolasi, RSUD Waisai. Di dalam ruangan isolasi itu, ada 12 didalamnya, termasuk lima orang balita yang saat ini sangat butuh perhatian dan penanganan khusus.
Seluruh pasien tidak pernah diperhatikan oleh dokter di rumah sakit tersebut. Tak hanya itu saja, asupan vitamin bagi pasien pun tak pernah diberikan, walau jatah makanan yang diberikan cukup baik.
Oktovina mengaku sempat menelpon pihak medis untuk menanyakan soal vitamin, namun jawabannya sangat menganggetkan dirinya. Dia menerima jawaban bahwa anggaran untuk penyediaan vitamin tidak ada. (BACA JUGA: Anaknya Tewas di Kantor Polisi, Harmaen Marpaung: Saya Akan Tuntut Pelakunya)
“ Disini kami yang dirawat kami berjumlah dua belas orang, dan didalamnya kami disini ada lima anak balita yang tidak pernah diperhatikan sama dokter, yang kedua pak, kami juga tidak pernah mendapatkan asupan vitamin , memang makanan kami ditanggung baik, tetapi asupan vitamin untuk kami sama sekali tidak ada. Dan waktu kami menelpon (tim Satgas/tenaga medis) dibilangnya, dari pihak satgas/tenaga medis kami tidak ada anggaran untuk biaya pembelian vitamin, “ beber Oktovina.
Dalam video itu, tersebut, Oktovina Tonapa menggambarkan kondisi terkini 12 pasien yang dirawat di ruang isolasi, RSUD Waisai. Di dalam ruangan isolasi itu, ada 12 didalamnya, termasuk lima orang balita yang saat ini sangat butuh perhatian dan penanganan khusus.
Seluruh pasien tidak pernah diperhatikan oleh dokter di rumah sakit tersebut. Tak hanya itu saja, asupan vitamin bagi pasien pun tak pernah diberikan, walau jatah makanan yang diberikan cukup baik.
Oktovina mengaku sempat menelpon pihak medis untuk menanyakan soal vitamin, namun jawabannya sangat menganggetkan dirinya. Dia menerima jawaban bahwa anggaran untuk penyediaan vitamin tidak ada. (BACA JUGA: Anaknya Tewas di Kantor Polisi, Harmaen Marpaung: Saya Akan Tuntut Pelakunya)
“ Disini kami yang dirawat kami berjumlah dua belas orang, dan didalamnya kami disini ada lima anak balita yang tidak pernah diperhatikan sama dokter, yang kedua pak, kami juga tidak pernah mendapatkan asupan vitamin , memang makanan kami ditanggung baik, tetapi asupan vitamin untuk kami sama sekali tidak ada. Dan waktu kami menelpon (tim Satgas/tenaga medis) dibilangnya, dari pihak satgas/tenaga medis kami tidak ada anggaran untuk biaya pembelian vitamin, “ beber Oktovina.
(vit)
Lihat Juga :