alexametrics

Penuhi Kebutuhan Industri, Diklat POP Angkatan Keempat Digelar

loading...
Penuhi Kebutuhan Industri, Diklat POP Angkatan Keempat Digelar
Foto/ilustrasi.istimewa
A+ A-
BANDUNG - Wabah COVID-19 masih berlangsung dan belum ada tanda-tanda mereda. Seluruh aktivitas masyarakat dilaksanakan dari rumah melalui sistem dalam jaringan (daring), tak terkecuali kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Namun hal ini tidak menyurutkan semangat PPSDM Geominerba untuk menjalankan tugasnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) geologi, mineral, dan batubara.

PPSDM Geominerba kembali menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan online, yaitu Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi Pengawas Operasional Pertama (POP) pada Pertambangan angkatan keempat. Tercatat delapan belas orang mengikuti diklat yang akan berlangsung selama sepuluh hari (4-13 Mei 2020) secara online.



Kepala PPSDM Geominerba Mohamad Priharto Dwinugroho membuka diklat, Senin (4/5/2020) pagi, yang dilakukan secara online dari kediamannya.

Sebelum mengikuti uji kompetensi, peserta sudah wajib mempelajari seluruh aspek yang harus dimiliki oleh pengawas operasional pertama sesuai peraturan Menteri ESDM Nomor 43 Tahun 2016 tanggal 8 Desember 2016 tentang penetapan dan pemberlakuan standar kompetensi kerja khusus pengawas operasional di bidang pertambangan mineral dan batubara.

Kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang untuk menjadi pengawas operasional pertama, yaitu melaksanakan peraturan Perundang-undangan terkait keselamatan pertambangan. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab keselamatan pertambangan pada area yang menjadi tanggung jawabnya, melaksanakan pertemuan keselamatan pertambangan terencana kerja, dan melaksanakan investigasi kecelakaan.

Selain itu, melaksanakan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko, melaksanakan peraturan perundang-undangan terkait perlindungan lingkungan, melaksanakan inspeksi, dan melaksanakan analisis keselamatan pekerjaan.

“Kami berharap dan mendorong agar peserta diklat untuk sungguh-sungguh mempelajari apa yang disampaikan pengajar. Karena dengan ilmu dan kompetensi yang diperoleh tidak hanya menjaga operasionalisasi kegiatan pertambangan agar selalu aman, sehat, dan ramah lingkungan, tetapi menjadi titik awal karir untuk menggapai level manajerial yang lebih tinggi,” ujar Dwinugroho dalam sambutannya.

Diklat Pemenuhan dan Uji Kompetensi POP ini adalah salah satu upaya PPSDM Geominerba untuk membantu Perusahaan pemegang IUP untuk mempersiapkan praktisi pertambangan pada tingkat operator agar memiliki pengetahuan teknis sesuai dengan persyaratan sebagai pengawas operasional.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak